Selasa, 14 April 2026

Kemenhub Dorong Efektivitas Penertiban Kendaraan Over Load dengan Pengawasan Digital

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Aan Suhanan Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Foto Humas Kemenhub

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat strategi penanganan kendaraan lebih dimensi dan muatan.

Aan Suhanan Direktur Jenderal Perhubungan Darat menekankan pentingnya transformasi digital yang menyeluruh. Misalnya pengawasan angkutan logistik yang lebih cepat dan efektif dalam mendeteksi pelanggaran over dimension dan over load.

“Saat ini pengawasan masih parsial dan konvensional, personel kami terbatas dan harus mengawasi sekian banyak kendaraan over load over dimension. Artinya kita perlu melakukan pengawasan berbasis teknologi dan data secara digital karena manual tidak bisa lagi, kami akan maksimalkan pemanfaatan data yang ada di kementerian dan lembaga lainnya,” jelas Aan pada keterangan tertulisnya yang diterima suarasurabaya.net di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Kemenhub bersama Korps Lalu Lintas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Usaha Jalan Tol, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan tengah mendorong transformasi pengawasan berbasis digital, melalui integrasi data lintas stakeholders.

Kamera ETLE atau jembatan timbang Weigh in Motion (WIM) mampu mempermudah proses pengawasan dan penegakan hukum terhadap kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan.

Tujuannya untuk memastikan tanggung jawab pelanggaran tidak hanya dibebankan kepada pengemudi. Aan mengaskan, adanya pengawasan berbasis teknologi membuat pemilik barang maupun transporter bisa dimintakan pertanggungjawaban, terhadap pelanggaran lebih dimensi dan lebih muatan.

“Selama ini kalau ada pelanggaran, pengemudi kerap jadi kambing hitam padahal ada pemilik barang atau pemilik kendaraan yang kalau mereka aware dengan keselamatan seharusnya tidak boleh memuat barang sebanyak itu. Dengan sistem yang kita bangun saat ini, tidak hanya pengemudi, tanggung jawab juga akan dibebankan ke operator atau pengusaha,” kata Aan.

Aan yakin, sistem pengawasan berbasis digital mampu mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) karena akan mengurangi interaksi antara petugas dengan pengemudi di lapangan.

“Terkait pungli kita tidak menutup mata masih terjadi dan kami tegas terhadap pelanggaran tersebut, sudah ada yang kita demosi tidak kerja di jembatan timbang lagi. Kita pun melihat ini sebagai tantangan untuk terus mengawasi personil kita agar tidak melakukan pungli, makanya dengan adanya sistem digital seperti CCTV atau ETLE akan menutup ruang terjadinya tawar-menawar pengemudi dengan petugas jadi menutup ruang adanya pungli,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Aan mengatakan, Kemenhub juga tengah menjalankan masa transisi Zero Over Dimension Over Load, melalui sosialisasi dengan asosiasi pengemudi serta operator angkutan barang, guna mengurangi resistensi pada kebijakan tersebut.

“Dengan orkestrasi yang dimpimpin Kemenko Infrawil dan komitmen yang sama dari semua kementerian-lembaga, saya optimistis 2027 Zero Over Dimension Over Load dapat tercapai. Mari kita akhiri toleransi terhadap kendaraan over dimension dan over load, juga terhadap kecelakaan lalu lintas karena tidak ada yang lebih penting dari keselamata manusia, satu nyawa terlalu banyak,” pungkasnya.(lea/ris/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 14 April 2026
29o
Kurs