“Memang ada beberapa yang harus dikoreksi. Jadi data kita memang belum semuanya sempurna. Karena itu, sekarang kita sedang lakukan upaya bersama dengan daerah serta mengharapkan partisipasi masyarakat agar data kita makin sempurna. Banyak sebab ya kenapa salah desil,” ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan, yang pertama karena memang datanya salah, datanya error. Yang kedua mungkin KTP-nya digunakan orang lain untuk membeli aset, apakah itu tanah, mobil, atau membuka rekening.
“Melalui portal digital Perlinsos, masyarakat dapat mengajukan sanggahan yang proses verifikasinya mampu mengubah data desil secara cepat dalam hitungan menit melalui sistem,” katanya menjelaskan.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa transformasi digital ini difokuskan untuk melakukan registrasi ulang seluruh penerima bansos guna memperoleh data yang valid berdasarkan nama dan alamat (by name by address).
Selain itu, sistem baru tersebut dilengkapi dengan teknologi verifikasi biometrik pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.
NOW ON AIR SSFM 100

