Masyarakat umum kini bisa mendaftar menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk membantu warga di sekitarnya mengakses layanan bantuan sosial. Terutama, mereka yang masuk kategori lanjut usia (lansia), memiliki keterbatasan perangkat, atau belum terbiasa menggunakan layanan digital.
Adi Nugroho Wakil Koordinator Gugus Tugas Harian Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah mengatakan, pemerintah memang mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan digital untuk ikut menjadi agen Perlinsos.
“Kita mendorong semua masyarakat yang ada di Indonesia untuk bisa menjadi agen Perlinsos. Kita bantu saudara yang membutuhkan bantuan sosial,” ujar Adi saat on air di program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (2/10/2026).
Meski demikian, ia menjelaskan kalau program agen perlinsos ini sifatnya volunteer atau sukarelawan. Sehingga tidak ada upah yang disediakan. Adi menjelaskan, konsep Gerakan Nasional Peduli Tetangga juga dibangun untuk memastikan warga dibantu oleh orang yang dikenal dan dipercaya. Dengan begitu, risiko penipuan oleh pihak tidak dikenal dapat ditekan.
“Kalau Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini kan tetangga kenal satu sama lain. Melalui agen yang berasal dari tetangganya, harapannya itu kenal satu sama lain. Itu kontekstual yang ingin kita bangun bahwa untuk menghindari penipuan dan lain-lain,” kata Adi.

NOW ON AIR SSFM 100

