Rabu, 14 Oktober 2026

Kemensos Siapkan Portal Perlinsos untuk Koreksi Data Penerima Bansos

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Saifullah Yusuf Menteri Sosial memberikan keterangan terkait bantuan untuk korban bencana alam di Sumatra, Selasa (2/12/2025), di Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net

Kementerian Sosial (Kemensos) terus tingkatkan transformasi layanan digital melalui portal pelayanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk mengurangi kesalahan data dan wujudkan tata kelola penyaluran bantauan sosial yang efisien dan tepat sasaran.

Saifullah Yusuf Menteri Sosial saat ditemui selepas pelantikan pejabat Kementrian Sosial di Jakarta, Rabu (14/10/2026), menyampaikan bahwa sistem digital yang berkembang dirancang terbuka guna mempermudah pengoreksian data lapangan dengan partisipasi aktif masyarakat.

“Semua tentu memiliki kesempatan untuk melakukan sanggahan. Sudah kita siapkan jalurnya untuk sanggahan karena data kita memang belum semuanya sempurna,” katanya, dilansir Antara.

Dia mengungkapkan, kesalahan penetapan tingkat kesejahteraan atau desil sering terjadi akibat kesalahan data murni maupun penyalahgunaan nomor KTP oleh pihak lain untuk kepemilikan aset hingga pembukaan rekening pihak lain.

Hal itu disampaikan Mensos sekaligus menjawab informasi yang viral di media sosial, di mana seorang warga Kampung Bali, Jakarta Pusat masuk dalam desil 5 dan memiliki aset senilai Rp1 miliar. Padahal, yang bersangkutan layak berada di desil 1-2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Memang ada beberapa yang harus dikoreksi. Jadi data kita memang belum semuanya sempurna. Karena itu, sekarang kita sedang lakukan upaya bersama dengan daerah serta mengharapkan partisipasi masyarakat agar data kita makin sempurna. Banyak sebab ya kenapa salah desil,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, yang pertama karena memang datanya salah, datanya error. Yang kedua mungkin KTP-nya digunakan orang lain untuk membeli aset, apakah itu tanah, mobil, atau membuka rekening.

“Melalui portal digital Perlinsos, masyarakat dapat mengajukan sanggahan yang proses verifikasinya mampu mengubah data desil secara cepat dalam hitungan menit melalui sistem,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa transformasi digital ini difokuskan untuk melakukan registrasi ulang seluruh penerima bansos guna memperoleh data yang valid berdasarkan nama dan alamat (by name by address).

Selain itu, sistem baru tersebut dilengkapi dengan teknologi verifikasi biometrik pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

Untuk membantu warga yang mengalami kendala teknologi, Kemensos mengerahkan jaringan agen dan relawan di berbagai daerah untuk mendampingi proses pemasukan data koreksi ke dalam sistem.

“Dengan pemanfaatan teknologi digital terintegrasi ini, optimistis ruang kesalahan data dapat dipersempit sekaligus mewujudkan tata kelola penyaluran bantuan sosial yang jauh lebih efisien dan tepat sasaran,” katanya.(ant/fia/ham/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Rabu, 14 Oktober 2026
29o
Kurs