“Mereka bukan jemaah umrah,” tambahnya.
Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RS Sulaiman Habib di Riyadh. Namun, Heni tidak merinci jenis luka yang dialami kedua WNI tersebut.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan korps diplomatik untuk memastikan kondisi keamanan serta keselamatan WNI setelah serangan.
Dalam pernyataan tertulis pada Senin (12/10/2026), KBRI Riyadh menyebut telah berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yang anggotanya bekerja di sejumlah rumah sakit di Riyadh, serta komunitas WNI yang bekerja di Bandara Internasional Raja Khalid.
KBRI Riyadh juga memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di bandara tersebut pada hari kejadian.
NOW ON AIR SSFM 100

