Senin, 6 Juli 2026

Kemlu RI Konfirmasi Seluruh WNI Peserta GSF Telah Ditangkap Israel

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Salah satu kapal Global Sumud Flotilla. Foto: The New York Times

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, menjadi korban penculikan pasukan militer Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.

“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Vahd Nabyl A. Mulachela Juru Bicara II Kemlu RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pemerintah melalui Kemlu dan perwakilan RI di kawasan terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan keamanan bagi sembilan WNI tersebut.

Dilansir dari Antara, dari sembilan WNI yang diculik oleh pihak Israel terdapat tiga jurnalis media nasional, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Nabyl memastikan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan guna memastikan keamanan dan kembalinya mereka ke tanah air.

“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” ucap Nabyl.

Sebelumnya, pada insiden penculikan 5 WNI pertama pada Senin (18/5/2026), Yvonne Mewengkang Juru Bicara I Kemlu RI menilai kondisi di lapangan masih sangat rentan dan menyebut para WNI lainnya yang lolos dari pencegatan pasukan Zionis saat itu masih terancam diculik Israel.

Yvonne juga melaporkan pada Selasa (19/5/2026) bahwa KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk mempersiapkan langkah penanganan WNI yang ditangkap Israel.

Perwakilan RI siap melakukan penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) sebagai dokumen perjalanan pengganti apabila paspor mereka disita Israel, serta memberikan dukungan medis apabila diperlukan.

Lebih lanjur, ia menyatakan Indonesia mengutuk keras tindakan militer Zionis Israel yang mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawannya yang mencakup sejumlah WNI.

Yvonne juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim Israel untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.(ant/mar/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 6 Juli 2026
31o
Kurs