Jumat, 10 Juli 2026

Khofifah Siap Dukung Implementasi B50 untuk Akselerasi Transformasi Energi Nasional

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menghadiri peluncuran mandatori Biodiesel B50 oleh Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia di SPBU 34.413.40 Rest Area KM 57A Tol Jakarta - Cikampek Karawang, Kamis (9/7/2026) kemarin. Foto: Humas Pemprov Jatim.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyatakan pemerintah provinsi siap mendukung dan menjadi bagian dalam akselerasi transformasi energi nasional melalui implementasi mandatori Biodiesel B50.

Hal itu disampaikan Khofifah sesudah menghadiri peluncuran mandatori Biodiesel B50 oleh Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia di SPBU 34.413.40 Rest Area KM 57A Tol Jakarta – Cikampek Karawang, Kamis (9/7/2026) kemarin.

Menurut Khofifah, implementasi B50 bakal memberikan nilai tambah bagi sektor perkebunan, industri pengolahan, transportasi, hingga perekonomian daerah melalui penguatan hilirisasi dan peningkatan aktivitas industri dalam negeri.

“Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki bangsa sendiri,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Sebagai salah satu pusat industri, manufaktur hingga logistik nasional, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung rantai pasok biodiesel. Mulai dari distribusi, pemanfaatan sampai pengembangan industri pendukung.

“Jawa Timur memiliki seluruh modal untuk menjadi penggerak akselerasi energi berbasis biodiesel. Sebagai pusat industri dan logistik nasional, kami siap memastikan implementasi B50 berjalan optimal di daerah,” jelasnya.

Selain itu pemanfaatan biodiesel dapat menekan impor solar dan menghemat devisa negara karena memanfaatkan sumber daya nasional.

Program ini juga diharapkan mampu memperkuat hilirisasi industri berbasis kelapa sawit, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semangat yang dibangun melalui B50 bukan sekadar menghadirkan bahan bakar alternatif, tetapi membangun kemandirian bangsa. Ketika kebutuhan energi semakin banyak dipenuhi dari sumber daya dalam negeri, maka ketahanan ekonomi nasional juga akan semakin kuat,” jelasnya.

Khofifah memastikan bahwa Jawa Timur memiliki ekosistem industri yang mampu menopang percepatan transisi energi. Menurutnya keberadaan kawasan industri, jaringan pelabuhan, serta sektor transportasi dan manufaktur menjadi modal penting dalam mendukung kebijakan energi nasional.

“B50 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan solusi energi yang berbasis pada kekuatan nasional. Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang penguatan industri, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.(wld/ris/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 10 Juli 2026
28o
Kurs