Sabtu, 24 Oktober 2026

Kisah Relawan dan Pengungsi Karhutla: Hujan Jadi Satu-Satunya Harapan di Tengah Kabut Asap

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Pengendara motor menembus asap pekat akibat karhutla ketika melintasi Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya pada Sabtu (24/10/2026). Foto: Antara

Meski sempat sakit, Agam yang kini telah membaik memantapkan diri untuk kembali bertugas setelah melengkapi asuransi dan peralatan mandiri.

Agam Rinjani relawan pemadaman karhutla, membagikan kisahnya dalam memadamkan api hingga terkena ISPA. Foto: Hasil tangkap layar Youtube RSKKA

Dampak buruk asap karhutla ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat sipil. Heni seorang warga Pontianak, Kalimantan Barat, bahkan terpaksa mengungsi jauh ke Bogor, Jawa Barat, demi bisa menghirup udara segar.

Dalam kesempatan itu, Heni sempat menggambarkan pekatnya kabut asap di daerahnya yang membuat jarak pandang tak sampai 10 meter.

“Di Pontianak kabut asapnya luar biasa, keluar rumah sama sekali tidak bisa bernapas. Asap bahkan masuk ke dalam rumah. Anak-anak terkurung tidak bisa bermain di luar, banyak yang sakit dan sesak napas. Begitu sampai di Bogor, baru rasanya napas bisa lega,” tutur Heni menceritakan kondisi mencekam di Pontianak.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Sabtu, 24 Oktober 2026
28o
Kurs