Kondisi kritis di lapangan ini sejalan dengan data resmi pemerintah. Budiman, Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa sampai Jumat (23/10/2026) kemarin, terdapat 39 kabupaten/kota yang mencatatkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas angka 200, yang masuk dalam kategori sangat berbahaya.
“Bahkan di Kalimantan Tengah, parameter PM 2.5 sempat mencatatkan nilai ISPU fantastis hingga mencapai 1.931. Angka ini sudah lebih dari lima kali lipat dari batas ambang tingkat paling berbahaya,” jelas Budiman.
Budiman menegaskan adanya relevansi langsung antara lonjakan bencana karhutla dengan peningkatan kasus ISPA di tengah masyarakat.
Selain ISPA, Kemenkes juga memantau peningkatan penderita pneumonia, diare, iritasi kulit dan mata, hingga potensi heatstroke.
Menanggapi situasi ini, para relawan mendesak pemerintah agar menetapkan penyediaan ‘rumah oksigen’ sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP) wajib di titik pemadaman agar petugas memiliki ruang pemulihan.
Sementara itu, Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk sepenuhnya menghentikan aktivitas di luar ruangan kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. (kir/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

