Pertunjukan menggambarkan perjuangan Arek-Arek Suroboyo saat menurunkan bendera Belanda, merobek bagian warna birunya, dan mengibarkan kembali Merah Putih.
Eri mengatakan, perobekan warna biru pada bendera Belanda bukan sekadar aksi terhadap selembar kain, tetapi menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan dan upaya menegakkan martabat Indonesia.
“Yang mereka robek bukan sekadar warna pada selembar kain. Mereka merobek kesombongan penjajahan. Mereka menegakkan martabat Indonesia,” katanya dalam pertunjukan kolosal.
Opera kolosal tersebut dikemas dengan konsep human statue atau living monument. Para pemain tidak hanya memerankan tokoh dalam cerita, tetapi juga menjadi bagian dari suasana ruang publik untuk membawa kembali gambaran Surabaya pada masa perjuangan.
Melalui tema “Merah Putih Bertanya”, pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan kembali sejarah perjuangan Arek-Arek Suroboyo, tetapi juga mengajak masyarakat merefleksikan cara mengisi kemerdekaan melalui karya, kebersamaan, dan kontribusi di masa kini.(ris/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

