Selasa, 17 Maret 2026

Kontes Bandeng Kawak 2026 di Gresik, Ikan 19 Kg Pecahkan Rekor dan Terjual Seharga Rp50 Juta

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah saat meraih Juara 1 dengan bandeng sepanjang 114 cm dan berat 19 kg Gresik, Senin (16/3/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Kontes Bandeng Kawak Gresik 2026 kembali digelar di kawasan Bandar Grissee, Jalan Basuki Rahmat, Gresik, Jawa Tinur pada Senin malam (16/3/2026).

Dari Pantauan suarasurabaya.net ribuan masyarakat ikut meramaikan acara, yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik, Asluchul Alif Wakil Bupati Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, serta dimeriahkan oleh kehadiran Cak dan Yuk Gresik.

“Ini merupakan tradisi budaya yang kita jaga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para peternak bandeng dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor kuliner berbahan dasar bandeng,” ucap Achmad Washil Miftahul Rahman (Sekda) Gresik pada Senin (16/3/2026).

Kontes Bandeng Kawak ini merupakan bagian warisan budaya daerah yang terus dijaga dan dilestarikan. Di akhir sambutannya, ia juga menegaskan bahwa sektor perikanan ini merupakan penyumbang terbesar perekonomian Kabupaten Gresik.

Sebagai informasi, juara pertama Kontes Bandeng Kawak 2026 diraih oleh Syaifullah Mahdi dari Ujung Pangkah dengan hadiah sebesar Rp30 juta (dipotong pajak), posisi juara kedua diraih oleh Askin dari Ujung Pangkah dengan hadiah Rp25 juta, sementara itu juara ketiga diraih oleh Zainul Abidin dari Bungah dengan hadiah Rp20 juta.

Untuk diketahui, juara pertama pada tahun ini berhasil memecahkan rekor ukuran sebelumnya yang seberat 13,1 Kg, sedangkan juara 1 Kontes Bandeng Kawak pada tahun ini memiliki berat 19 Kg dengan panjang 114 Cm, yang akhirnya dibeli oleh Alif Perwakilan dari Petrokimia Gresik dengan harga mencapai Rp50 juta.

Pada (22/2/2026) lalu, beberapa tradisi Gresik telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), di antaranya mulai dari pasar bandeng, malem selikuran, rebo wekasan, kupat kethek, serta pencak macan lukur.

Kontes Bandeng Kawak itu sendiri menjadi rangkaian dari tradisi Pasar Bandeng yang digelar menjelang malam selikuran di bulan Ramadan, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir Gresik.(zan/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 17 Maret 2026
24o
Kurs