Kualitas udara di Singapura masih berada dalam kategori baik hingga moderat pada Rabu (28/10/2026). Hujan yang diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Sumatra dan Kalimantan, diharapkan membantu mengurangi risiko kabut asap yang dapat terbawa angin ke negara tersebut.
Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) mencatat, indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam berada pada rentang 67–78 hingga pukul 09.00 waktu setempat. Angka tertinggi tercatat di wilayah barat Singapura.
Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 yang diukur setiap jam berada pada kisaran 29–44, dengan angka tertinggi tercatat di wilayah tengah.
Menurut NEA, kualitas udara di Singapura telah bertahan pada kategori baik hingga moderat sejak pukul 23.00 pada Minggu (25/10/2026).
Dalam laporan cuaca dan kualitas udara yang disampaikan Selasa (27/10/2026) malam, NEA memperkirakan kondisi udara Singapura tetap berada dalam kategori moderat sepanjang Rabu. Prakiraan PSI selama 24 jam berada pada rentang 60–90.
Potensi hujan di Kalimantan, Sumatra, Singapura, dan wilayah sekitarnya turut menjadi faktor yang diharapkan membantu meredakan kondisi kabut asap.
Curah hujan dapat membantu menekan partikel di atmosfer, meskipun perkembangan kualitas udara tetap bergantung pada kondisi cuaca dan pergerakan angin.
NEA juga memperingatkan potensi perubahan arah angin pada Kamis dan Jumat. Angin diperkirakan bertiup dari timur-tenggara atau selatan-tenggara, yang berpotensi membawa asap dari wilayah selatan Sumatra menuju Singapura.
“Meski kondisi ini dapat membawa kabut asap dari Sumatra bagian selatan, hujan diperkirakan terjadi di wilayah tersebut sehingga dapat membantu menurunkan risiko kabut asap,” kata NEA, dilansir dari CNA.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau memperhatikan prakiraan PSI 24 jam sebelum merencanakan kegiatan di luar ruangan.
Untuk aktivitas yang akan segera dilakukan, masyarakat juga disarankan memeriksa pembacaan PM2.5 per jam karena konsentrasi partikel dapat berubah dalam waktu singkat.
Berdasarkan prakiraan PSI 24 jam untuk Rabu, seluruh kelompok masyarakat masih dapat menjalankan aktivitas luar ruangan seperti biasa.
Namun, apabila konsentrasi PM2.5 per jam meningkat hingga masuk kategori tinggi, masyarakat sehat disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan yang berat selama satu jam berikutnya.
Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis pada jantung atau paru-paru, dianjurkan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan selama periode tersebut. (saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

