Minggu, 23 Agustus 2026

Labuan Bajo Kembali Normal Pascagempa, Wisatawan Diminta Tetap Waspada

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Suasana perairan laut Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Antara

Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali berjalan normal setelah wilayah Flores diguncang gempa.

Kementerian Pariwisata memastikan sejumlah destinasi, akses transportasi, dan fasilitas pariwisata tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan wisatawan.

Widiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata mengatakan bahwa Labuan Bajo masih terbuka untuk wisatawan.

Namun, wisatawan dan pelaku usaha pariwisata diminta tetap mengikuti perkembangan kondisi serta arahan otoritas karena gempa susulan masih terjadi.

“Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata secara umum berjalan. Namun, kami tetap meminta seluruh wisatawan dan pelaku pariwisata untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti setiap arahan dari otoritas terkait karena gempa susulan masih terjadi,” kata Widiyanti dilansir dari Antara, Minggu (23/8/2026).

Pemantauan kondisi pariwisata dilakukan Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Pemantauan mencakup hotel, restoran, kafe, destinasi wisata, fasilitas publik, hingga aksesibilitas di Labuan Bajo dan sejumlah wilayah Flores.

Berdasarkan pemantauan BPOLBF hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 19.00 WITA, aktivitas di Taman Nasional Komodo tetap berlangsung normal. Pelayaran menuju kawasan tersebut juga masih beroperasi.

Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo beroperasi sesuai jadwal penerbangan. Sementara itu, aktivitas wisata di Gua Rangko juga berjalan normal dengan kondisi sarana dan prasarana dinyatakan aman.

Sejumlah desa wisata juga kembali menerima kunjungan. Desa Wisata Compang Liang Ndara dibuka kembali pada Sabtu, sedangkan Desa Wisata Wae Lolos tetap melayani wisatawan.

Untuk membantu wisatawan memperoleh informasi, BPOLBF juga membuka layanan informasi yang memberikan keterangan mengenai kondisi destinasi dan keamanan perjalanan pascagempa.

BPOLBF bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo juga meluruskan informasi mengenai kabar penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo.

Informasi mengenai penutupan tersebut dinyatakan tidak benar. Imbauan yang dikeluarkan berkaitan dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah selatan Selat Sape.

Dari sisi konektivitas, Bandara Internasional Komodo tetap beroperasi normal. Pelabuhan yang dipantau juga masih melayani kapal dan penumpang dengan tetap menerapkan aspek keselamatan.

Layanan angkutan perintis masih berjalan dan hingga kini belum terdapat permintaan deviasi trayek.

Meski kondisi Labuan Bajo relatif normal, Kementerian Pariwisata mengingatkan wisatawan agar tidak menyamakan kondisi Labuan Bajo dengan wilayah lain di Flores yang masih membutuhkan asesmen keselamatan dan penanganan pascagempa.

“Kondisi setiap wilayah tidak sama. Karena itu, wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo menuju daerah lain di Flores kami minta selalu memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi destinasi, jalan, bandara, dan layanan telekomunikasi,” ujar Widiyanti.

Hingga Sabtu, sejumlah jalur darat utama di Flores telah kembali berfungsi. Namun, masih terdapat ruas jalan yang dalam proses penanganan.

BPOLBF juga mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa utama yang mengguncang wilayah Flores. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan wisatawan diminta terus memantau informasi resmi sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain.

Widiyanti meminta wisatawan tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Informasi resmi pemerintah, menurut dia, harus menjadi rujukan utama dalam menentukan perjalanan selama kondisi pascagempa masih berlangsung. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
27o
Kurs