Eri meyakini anak-anak muda Surabaya bisa menjadi penerus yang mampu menjaga Kota Pahlawan untuk generasi mendatang.
Karenanya, ia mengajak Arek-Arek Suroboyo terus bersatu dan tidak berhenti berjuang selama masih ada berbagai persoalan yang dialami masyarakat.
“Selagi masih ada kemiskinan, selagi masih ada putus sekolah, selagi masih ada premanisme, maka perjuangan kita tidak boleh berhenti. Kita harus bisa menjaga kota ini untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan harus terus hidup di generasi sekarang. Menurutnya, menjaga Surabaya merupakan salah satu bentuk meneruskan api perjuangan tersebut.
Seperti diketahui, opera kolosal “Merah Putih Bertanya” yang mengangkat kembali peristiwa perobekan bendera pada 19 September 1945 itu dimainkan okeh 750 orang yang melibatkan pelajar, mahasiswa, seniman, komunitas, Karang Taruna, Cak dan Ning Surabaya, Paskibraka, hingga musisi.(ris/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

