Dampaknya tidak hanya dirasakan negara tempat kebakaran terjadi, tetapi juga dapat meluas ke negara-negara tetangga.
Hasan juga menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdasarkan informasi yang diterimanya dari Arrmanatha Nasir Menteri Luar Negeri RI.
Salah satu kendala utama yang dihadapi Indonesia adalah buruknya jarak pandang di wilayah terdampak, sehingga menghambat operasi pemadaman melalui udara.
“Indonesia memiliki tiga hingga empat pesawat terbang dan 34 helikopter, tetapi mereka tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk, sehingga tidak aman untuk melakukan penerbangan apa pun di daerah-daerah terdampak. Namun, mereka (Indonesia) telah mengerahkan 60.000 orang untuk bertugas di lapangan,” ujar Hasan dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, pemadaman karhutla juga menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya. Sejumlah titik kebakaran berada jauh di pedalaman, sementara pasokan air terbatas dan api masih membara di kawasan lahan gambut.
NOW ON AIR SSFM 100

