Sabtu, 3 Oktober 2026

Massa Aksi GSJT Akhirnya Buka Blokade Jalan Jagir Usai Lebih dari 24 Jam

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Puluhan truk massa aksi GSJT parkir blokir Jalan Jagir Wonokromo sepanjang sekitar 500 meter dari depan Kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus ke arah Jalan Panjang Jiwo untuk unjuk rasa mulai Rabu (30/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Massa aksi Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) akhirnya membuka blokade Jalan Jagir Wonokromo, setelah lebih dari 24 jam sejak, Rabu (30/9/2026) pukul 14.45 WIB, sampai Kamis (1/10/2026) pukul 16.30 WIB.

Supriyono Koordinator GSJT menyebut sudah ada audiensi bersama Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus sore tadi, terkait tuntutan massa aksi yang meminta kendaraan towing menjadi pengguna biosolar.

Berdasarkan notulensi audiensi, akan ada diskusi lanjutan soal tuntutan GSJT bersama BPH Migas Senin (5/10/2026) pukul 14.00 WIB di kantor Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.

“Sudah (membubarkan diri),” katanya sekaligus menyertakan notulensi audiensi.

Diketahui, ada dua tuntutan massa aksi yang ditujukan ke Pertamina. Selain hal di atas, adalah barcode para sopir yang terblokir sehingga tidak bisa mendapat kuota solar subsidi. Supriyono menyebut persoalan serupa sudah membuat GSJT melakukan aksi sebanyak tiga kali.

Ia mengatakan para sopir membutuhkan kepastian agar dapat mengurus barcode dan memperoleh solar subsidi. Menurut dia, terdapat perbedaan tafsir antara pihak Pertamina dan ketentuan mengenai BBM subsidi yang membuat para sopir kesulitan mendapatkan bahan bakar.

“Minimal kami diberikan kebebasan urus barcode dan dapat subsidi di BBM. Karena memang jomplangan tafsir yang berbeda di Pertamina dengan ketentuan subsidi BBM,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Sebelumnya, perwakilan GSJT telah melakukan audiensi dengan pihak Pertamina. Namun, menurut Supriyono, Pertamina menyampaikan bahwa persoalan tersebut berada dalam kewenangan BPH Migas.

Karena itu, GSJT meminta Pertamina menghadirkan BPH Migas dalam pertemuan lanjutan agar persoalan dapat dibahas langsung dan tidak saling melempar kewenangan.

Supriyono mengatakan tuntutan tersebut telah disampaikan dalam surat pemberitahuan aksi yang dikirim sekitar sepekan sebelumnya. Ia berharap koordinasi antara Pertamina dan BPH Migas dapat dilakukan sehingga solusi bisa segera ditemukan.

“Kami meminta besok untuk dihadirkan BPH Migas. Sehingga kasus ini bisa langsung selesai, tidak lempar tanggung jawab, tidak lempar ke sana kemari,” katanya.

Terkait dampak aksi terhadap masyarakat, Supriyono menyampaikan permintaan maaf. Ia mengatakan para sopir tidak bermaksud mengabaikan kepentingan warga, tetapi merasa persoalan yang mereka hadapi juga berkaitan langsung dengan penghidupan keluarga.

“Kami minta maaf pada semua pengguna jalan, khususnya warga Surabaya yang terganggu dengan kegiatan kami. Tapi insyaallah ketika kami selesai, kami akan membubarkan diri. Malam ini selesai dengan keputusan yang sama-sama baik, kami juga akan membubarkan diri,” kata Supriyono. (lta/bil/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 3 Oktober 2026
27o
Kurs