Jumat, 1 Mei 2026

May Day di Surabaya, Polrestabes Terapkan Rekayasa Lalin di Bundaran Waru hingga Jalan Pahlawan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sejumlah koordinator buruh yang sedang melakukan pengarahan kepada massa aksi buruh saat May Day 2025 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (1/5/2025). Foto: Dok Mg suarasurabaya.net

Satlantas Polrestabes Surabaya telah menyiapkan skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas (lalin) besar-besaran menghadapi puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada, Jumat (1/5/2026).

AKP Muhammad Suud Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, menjelaskan bahwa titik-titik sasaran utama massa buruh meliputi Kantor Gubernur, Gedung DPRD Jatim, hingga Gedung Negara Grahadi. Pihaknya pun telah memetakan beberapa wilayah titik kumpul.

Sebagai tahap awal, kepolisian melakukan sterilisasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim) untuk keperluan apel pengamanan skala besar pukul 08.00 WIB. Arus lalu lintas dari arah Stasiun Semut maupun Mapolrestabes Surabaya akan dialihkan.

“Titik-titik yang mungkin nanti diperkirakan untuk lokasi mereka akan berkunjung di antaranya kantor Gubernur, DPRD tingkat 1, dan Grahadi. Mungkin yang awal pagi ini yang akan kita rekayasa di depan kantor Gubernur, karena kita akan melaksanakan apel dengan skala besar, kita menggunakan jalan. Jadi teman-teman atau rekan-rekan yang akan masuk kota mungkin dari stasiun Semut, kemudian dari Polrestabes itu akan dialihkan untuk menghindari jalan depan kantor Gubernur karena digunakan apel,” ujar AKP Muhammad Suud saat on air di Radio Suara Surabaya.

Sementara bagi masyarakat yang akan masuk ke Surabaya dari arah Sidoarjo melalui Medaeng, petugas telah menyiapkan pengalihan arus jika terjadi penumpukan di Bundaran Waru (Cito). Pengendara akan diarahkan melintasi jalur alternatif di Lingkar Mas, atau sekitar Masjid Al Akbar Surabaya.

“Saudara-saudara yang akan masuk Kota Surabaya dari Medaeng itu kalau roda empat, sepeda motor, (dialihkan) di Lingkar Mas, Masjid Agung (Al Akbar) Surabaya akan dialihkan kita ke sana, (kami) tempatkan personil di sana. Kita akan arahkan masuk kota itu lewat samping masjid, nanti bisa tembus Ketintang atau di belakang Trans Icon bisa masuk Kota Surabaya,” jelas AKP Suud.

Selain itu, untuk kendaraan besar dan jalur protokol, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan PJR supaya pengguna tol tidak keluar di exit Waru, guna menghindari kemacetan di akses utama masuk kota.

Kendaraan besar yang menuju Rungkut disarankan keluar di Brebek atau Pondok Tjandra, sementara yang menuju arah utara disarankan keluar di Tol Satelit, Banyu Urip, atau exit Perak.

Penanganan Massa Buruh

Adapun estimasi massa buruh yang masuk ke Kota Surabaya diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang dari berbagai organisasi serikat buruh. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, massa akan diarahkan melalui jalur frontage road, sehingga jalur protokol Jalan Ahmad Yani tetap dapat digunakan oleh masyarakat umum.

Massa juga dijadwalkan melakukan long march dari kawasan Simpang Lima BG Junction menuju Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan. Petugas juga mengantisipasi adanya kegiatan teatrikal di titik-titik krusial seperti Basuki Rahmat (depan BRI Tower) dan kawasan Embong Malang (sekitar Tunjungan Plaza).

“Cenderung nanti biasanya ini berhenti di Basrah. Kalau kita bilang BRI Tower itu, otomatis rekayasa-rekayasa kita jauh di simpul-simpul. Kalau dari M Duriat (Jalan Kombes Pol. M. Duryat) sana di barat sana, sudah kita buang ke kanan nanti tembus Polsek Tegalsari itu bagi pengguna jalan,” tambahnya.

Sebanyak 200 personel lalu lintas, termasuk Polwan, diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi hari ini. Pengamanan ini juga diperkuat dengan bantuan (BKO) dari Polda Jatim sebanyak dua peleton, atau sekitar 60-70 personel, serta tambahan dari unit Sabhara.

AKP Suud menekankan bahwa seluruh rekayasa lalu lintas bersifat dinamis dan situasional, menyesuaikan dengan pergerakan massa di lapangan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

“Insyaallah intinya kita membantu, mengawal, mengamankan teman-teman buruh yang akan melaksanakan May Day. Kemudian kita juga memberikan ruang kepada masyarakat lain yang akan beraktivitas pada hari ini. Sehingga rekayasa-rekayasa itu nanti dinamis,” pungkasnya. (bil)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
31o
Kurs