Menjelang peringatan Hari Buruh atau May Day, Jumat (1/5/2026) besok, jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya telah mematangkan skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Fokus utamanya ke sejumlah titik kumpul massa yang diprediksi akan menyebabkan kepadatan sejak pagi hari.
AKP Irwan Saputra, KBO Satlantas Polrestabes Surabaya mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi beberapa lokasi yang menjadi sasaran utama massa buruh. Mulai Bndaran Waru depan Cito, hingga Jalan Pahlawan dan Grahadi.
“Kami juga akan melangsungkan rekayasa-rekayasa manakala ada hambatan-hambatan mulai dari Bundaran Waru Cito maupun tempat sasaran-sasaran aksi yang kita siapkan mulai dari titik satu, kemudian di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, kemudian di Grahadi. Ini juga kita siapkan pola-pola rekayasa manakala nanti masa aksi yang sudah datang ke wilayah Surabaya,” ujar AKP Irwan Saputra saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis (30/1/2026).
Untuk Bundaran Waru, diprediksi tetap menjadi titik krusial pertemuan massa dari arah Sidoarjo, Pasuruan, dan Mojokerto. Jika terjadi penumpukan kendaraan (crowded), petugas akan mengalihkan arus ke beberapa jalur alternatif.
“Manakala memang itu terjadi crowded di Bundaran Waru, pengalihan-pengalihan harus mungkin kita laksanakan di belakang massa aksi, termasuk nanti kita alihkan ada di Bundara masuk Masjid Agung. Kemudian tol juga nanti akan kita koordinasi dengan PJR untuk mengalihkan supaya tidak turun di Waru, nanti bisa kita arahkan juga (turun) ke Rungkut ke SIER,” jelasnya.
Selain itu, bagi pengguna jalan dari arah Sidoarjo, petugas juga menyiapkan antisipasi khusus agar tidak terjebak di pusat kepadatan. Salah satunya lewat jalur barat arah Medaeng.
“Sehingga tidak terjadi penumpukan-penumpukan arus, manakala nanti massa aksi memang akan menunggu teman-temannya yang di Bundaran Waru,” tambah AKP Irwan.
Mengingat May Day tahun ini jatuh pada hari Jumat, polisi juga telah memetakan lokasi ibadah bagi massa aksi yang akan melaksanakan Salat Jumat di Surabaya agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi masjid besar.
“Ini kan Jumat. Mungkin ada sebagian massa aksi yang akan salat Jumat. Ini juga harus kita antisipasi. Sehingga massa aksi yang datang ke Surabaya bisa melaksanakan salat mungkin di Al-Falah, mungkin ada di Masjid Agung (Al Akbar). Ini juga juga harus kita antisipasi,” terangnya.
Terkait kekuatan personel, Polrestabes Surabaya akan mendapatkan dukungan penuh dari satuan samping guna menjamin keamanan kota selama aksi berlangsung.
Dia mengatakan telah berkoordinasi intensif denganpolres penyangga seperti Polresta Sidoarjo, dan Polres Gresik untuk memantau pergerakan massa aksi yang masuk ke wilayah Surabaya.
“Sudah ada bantuan-bantuan nanti dari polres-polres tetangga juga akan mem-backup wilayah Polrestabes, termasuk juga dari Polda Jatim juga akan membackup. Intinya kami dari lalu lintas akan mempersiapkan jalur-jalur manakala nanti memang di Bundaran Waru yang seperti biasanya ada akan titik-titik crowded,” tegas AKP Irwan.
Adapun masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi lalu lintas secara berkala guna menghindari rute-rute yang dilewati massa aksi.
Satlantas Polrestabes Surabaya juga akan memberikan laporan terkini secara on-air maupun online untuk memandu perjalanan warga agar tetap nyaman di tengah pergerakan massa besok. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

