Melalui skema tersebut, daerah yang mengalami kekurangan pasokan dipertemukan dengan daerah atau pelaku usaha yang memiliki surplus komoditas.
Mekanisme ini diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan harga sekaligus memperlancar distribusi pangan.
“Ketika daerah-daerah lain itu harganya naik, kita membuat namanya business matching antarwilayah. Jadi kita fasilitasi ya dengan dinas dan pelaku usahanya agar ketemu antara supplier dan pembeli yang ada di wilayah timur yang harganya mahal,” ujar Budi dilansir dari Antara.
Kemendag juga melakukan pemantauan terhadap kebutuhan bahan pokok dan jalur distribusinya di daerah yang terdampak gempa.
Pengawasan dilakukan bersama distributor di wilayah sekitar, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag, serta pemerintah daerah.

NOW ON AIR SSFM 100

