Senin, 5 Januari 2026

Menhan Venezuela Sebut Sebagian Besar Tim Keamanan Maduro Tewas dalam Operasi Militer AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Vladimir Padrino (kanan) Menteri Pertahanan Venezuela. Foto: Anadolu

Vladimir Padrino Menteri Pertahanan Venezuela mengungkapkan bahwa sebagian besar tim keamanan Nicolas Maduro Presiden tewas selama operasi AS pada, Sabtu (3/1/2026).

“Personel militer AS yang melakukan operasi tersebut dengan kejam membunuh sebagian besar tim keamanan (Maduro), tentara, dan warga sipil yang tidak bersalah,” kata Padrino dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu (4/1/2026) waktu setempat yang dikutip Anadolu.

Meski demikian, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah korban. Padrino juga menyebut Maduro sebagai “pemimpin yang otentik dan sah” negara itu.

Padrino juga menuntut pembebasan “secepatnya” Maduro dan istrinya. “Kami menuntut agar dunia memberikan perhatian penuh pada segala sesuatu yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” tambahnya.

Sebagai informasi, setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Delcy Rodriguez Wakil Presiden untuk “segera” menjabat sebagai presiden sementara.

Padrino juga mengatakan bahwa militer telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez. “Kami sepenuhnya mendukung Dekrit Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional, yang telah ditandatangani sebelumnya,” tambahnya.

Padrino mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu akan terus menggunakan “semua kemampuan yang tersedia” untuk keamanan, pemeliharaan ketertiban internal, dan pelestarian perdamaian.

Untuk diketahui, pernyataan Padrino itu disampaikan sehari setelah Donald Trump Presiden menyatakan bahwa aksi militer AS pada hari Sabtu itu, berhasil menangkap Maduro dan Cilia Flores istrinya.

Trump sendiri berjanji untuk menegakkan kendali AS atas negara itu untuk sementara waktu, bahkan dengan pasukan militer jika perlu. Dia sebelumnya menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan memegang kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Sementara Maduro, yang saat ini ditahan di fasilitas penahanan New York karena kasus narkoba, telah menolak tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas telah menyerukan pembebasannya. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 5 Januari 2026
27o
Kurs