Kondisi tersebut memperpanjang periode kering dan menyulitkan upaya pemadaman, terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air.
“Bahkan, ada yang sampai akhir November, seperti di daerah Tanjung Puting itu malah dasarian ketiga November baru akan ada hujan alami,” ujarnya dilansir dari Antara.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mengoptimalkan tiga upaya penanganan karhutla melalui jalur udara, yakni operasi modifikasi cuaca (OMC), pengembangan teknologi pembentukan awan menggunakan dry ice atau es kering, serta pemadaman menggunakan helikopter dengan metode water bombing.
Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan BMKG dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan, termasuk dukungan pendanaan dari kedua instansi tersebut.
Raja Juli menyebut hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir di sejumlah wilayah merupakan hasil operasi modifikasi cuaca, bukan hujan alami.
NOW ON AIR SSFM 100

