Rabu, 22 Juli 2026

Mensos Targetkan 100 Gedung Sekolah Rakyat Permanen Beroperasi Akhir 2026

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul Menteri Sosial (Mensos) saat ditemui di Kantor PWNU Jatim, Selasa (21/7/2026) petang. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul Menteri Sosial (Mensos) menargetkan 100 gedung permanen Sekolah Rakyat dapat beroperasi pada akhir 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Apabila target tersebut berhasil direalisasikan, maka pada 2027 jumlah gedung permanen Sekolah Rakyat mencapai lebih dari 200 unit.

“Yang kami harapkan di tahun ini ada lebih dari 100 gedung permanen sekolah rakyat bisa beroperasi,” kata Gus Ipul dikutip pernyataannya, Rabu (22/7/202).

Sesuai jadwal masa pembelajaran, Sekolah Rakyat permanen sudah mulai beroperasi pada pertengahan bulan Juli 2026. Namun, karena sebagian unit masih proses pembangunan, Mensos memberi tenggat waktu memulai pembelajaran pada 31 Agustus 2026.

Gus Ipul mencontohkan, di Jawa Timur salah satu Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, juga ditargetkan segera beroperasi pada akhir Agustus tahun ini.

“Iya, insyaallah mudah-mudahan akhir Agustus ini. Iya, ini lagi masa transisi lah ya, uji coba. Nanti kalau sudah mungkin tanggal 31 Agustusinsyaallah insyaallah semuanya bisa digunakan,” tuturnya.

Di sisi lain, Gus Ipul juga mengungkap kuota peserta didik Sekolah Rakyat jenjang SD sulit terpenuhi karena berbagai faktor. Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang sudah melebihi target.

“Iya, memang secara umum kuotanya yang belum terpenuhi itu SD. Kalau untuk SMP sama SMA sudah over ya, sudah over kuota,” jelasnya.

Mensos merinciz setiap Sekolah Rakyat rata-rata membuka kuota sekitar 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA. Namunz dari target sekitar 28 ribu siswa secara nasional, pemenuhan kuota untuk tingkat SD baru mencapai sekitar 50 persen.

Untuk mencapai target kuota SD, Pemerintah akan memberikan waktu satu sampai dua bulan ke depan untuk memenuhi kekurangan tersebut sebelum memutuskan alokasi kuota yang tersisa ke jenjang yang lain.

“Jadi, masih ada waktu ini 1 sampai 2 bulan karena memang ya sebagian masih perlu waktu ya, perlu adaptasi, masih ada orang tuanya belum tega, dan lain sebagainya gitu,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, faktor utama utama penyebab kuota SD sulit terpenuhi karena dari pertimbangan orang tua yang belum merelakan anaknya sekolah dengan sistem boarding school.

“Ya, banyak tadi faktor orang tua terutama ya. Faktor orang tua orang tua. Jadi, dari alokasi 9.000 itu kira-kira sekarang udah 5.000 lebih. 5.000 lebih,” tandasnya.(wld/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 22 Juli 2026
29o
Kurs