Minggu, 28 Juni 2026

Mini Soccer Makin Digemari di Surabaya, Jadi Pilihan Pekerja untuk Jaga Kebugaran

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Gelaran mini soccer oleh sejumlah pekerja di Surabaya. Foto: Risky suarasurabaya.net

Tren olahraga di kalangan pekerja, termasuk tenaga kesehatan, terus meningkat di Surabaya. Kini mini soccer juga mulai digemari untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat relasi antarinstitusi.

George Erik Gunawan ketua panitia penyelenggara dari Prodia mengatakan, gelaran mini soccer tersebut diikuti oleh delapan rumah sakit dan laboratorium di Surabaya. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang berada di angka empat institusi kesehatan.

“Sekarang ada mini soccer yang lebih banyak peminat, tahun lalu itu futsal dan yang ikut empat tim. Antusias olahraga di kalangan pekerja saat ini meningkat. Bahkan, masih banyak peminat lain yang belum sempat bergabung,” terangnya pada Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, peningkatan tren mini soccer tersebut berangkat dari kesadaran bahwa kalangan pekerja penting untuk melakukan olahraga, termasuk tenaga kesehatan yang menurutnya justru harus menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Tujuannya ini juga untuk mendorong masyarakat, ayo kita hidup sehat. Jadi awal mulanya itu, dan kita juga punya komunitas teman-teman dari rumah sakit yang mempunyai chemistry cukup bagus, sehingga menjalin silaturahmi juga,” ucapnya.

Sementara itu, Jovano peserta mini soccer mengaku antusias dalam mengikuti pertandingan persahabatan. Ia baru mengikuti mini soccer pada ajang tersebut setelah tertarik dengan tren meningkatnya mini soccer di sejumlah daerah, termasuk Surabaya.

“Menurut saya, acara seperti ini memang harus rutin diadakan. Satu sisi juga untuk menjalin silaturahmi antarinstansi kita,” ucapnya.

Ia menilai, mini soccer saat ini sudah menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati. Menurutnya, mulai banyak orang di tempat ia bekerja yang sebelumnya jarang berolahraga jadi tertarik terjun ke lapangan, termasuk yang sebelumnya aktif bermain futsal juga mulai beralih ke mini soccer.

Dani Cantona pelatih Persebaya U-11 yang turut mencoba gelaran mini soccer tersebut menilai bahwa turnamen seperti itu memberi dampak positif, baik untuk kesehatan maupun hubungan antarinstansi.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan mini soccer ini menambah kita untuk lebih giat lagi berolahraga, sehingga juga terjaga silaturahmi,” ucapnya.

Menurut Dani, meski kemampuan peserta beragam, atmosfer pertandingan tetap cair dan menyenangkan karena olahraga di kalangan pekerja lebih mengutamakan konsep fun game.

“Teman-teman ini juga sama-sama masih belajar. Ada yang sudah jago, masih ada juga yang perlu belajar. Jadi sama-sama fun. Kita cari fun, cari silaturahmi, enggak cari gimana caranya menang,” ujarnya.

Pihaknya berharap, tren positif tersebut ke depan bisa berkembang lebih besar, tidak hanya antarinstansi di Surabaya tetapi juga antarprovinsi hingga tingkat nasional. (ris/saf/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 28 Juni 2026
27o
Kurs