Nahas menimpa seorang warga Banyuwangi yang menjadi korban penipuan pemesanan tiket bus, yang diduga mengatasnamakan agen Sinar Jaya. Korban kehilangan uang hingga Rp261 juta setelah diarahkan pelaku untuk transfer, scan QRIS, hingga melakukan share screen saat membuka mobile banking.
Hal itu diceritakan FA, pendengar Radio Suara Surabaya sekaligus anak korban. FA menceritakan kalau penipuan itu terjadi pada Rabu (24/6/2026) kemarin. Saat itu, ayahnya berniat memesan tiga tiket bus Sinar Jaya rute Bandung-Banyuwangi.
“Jadi kemarin untuk cerita awalnya itu ayah saya sekitar pukul 11.00 WIB siang ngontak ke hotline si untuk agen bisnis Sinar Jaya di WA (WhatsApp),” kata FA saat on air di Radio Suara Surabaya, Kamis (25/6/2026) sore.
FA menyebut ayahnya mendapatkan nomor WhatsApp tersebut setelah mencari kontak agen Sinar Jaya melalui internet dan media sosial. Ia menduga nomor itu berasal dari akun Instagram palsu/tiruan yang mengatasnamakan agen resmi.
“Kalau ini tuh kayaknya ayah saya dapat dari Instagram. Mungkin cari tulisan, agen Sinar Jaya. Kadang di Google itu tiba-tiba keluar Instagram itu,” ujarnya.
Awalnya, kata FA, proses pemesanan terlihat normal. Ayahnya diarahkan mengisi formulir pemesanan tiket, lalu diminta melakukan pembayaran ke rekening bank yang diberikan pelaku. Total harga tiga tiket yang dipesan sebesar Rp1,5 juta atau sekitar Rp500 ribu per orang.
Pelaku awalnya meminta pembayaran dilakukan via transfer ke rekening KB Bukopin atas nama Ahmad Saputra Ramadan. Namun setelah itu, pelaku kembali menghubungi korban dengan alasan ada proses pembayaran lanjutan untuk pengembalian dana atau refund.
Korban kemudian diarahkan memindai kode QRIS yang ternyata merupakan pembayaran ke akun GoPay toko bernama Sharely Store senilai Rp5 juta. FA menduga ayahnya mengikuti instruksi tersebut, karena terus dituntun pelaku melalui sambungan telepon.
“Dan ini mungkin, karena mungkin sudah bingung ya karena uangnya enggak masuk gitu jadi diikutin aja instruksinya oleh ayah saya. Discan untuk QRIS-nya dan dari QRIS-nya ini ternyata diminta kirimnya itu Rp5 juta. Jadi lebih banyak lagi dari yang sebelumnya cuma 1,5,” katanya.
Transaksi serupa kemudian disebut terjadi hingga tiga kali, termasuk ke rekening lain atas nama Arifin Gunawan dan Soleh Saripudin. Nilai kerugian pun makin besar setelah pelaku meminta korban melakukan panggilan video dengan share screen saat membuka aplikasi m-banking BCA.
FA menduga, saat proses share screen itu, pelaku dapat melihat kode akses hingga PIN m-banking ayahnya, sehingga langsung membobol rekening korban.
“Diminta video call itu, ayah saya diminta untuk share screen saat login banking BCA. Diminta mulai dari awal login jadi kelihatan dari masukan kode akses dan juga PIN-nya juga,” jelasnya.
Setelah panggilan itu selesai, barulah korban baru menyadari kalau uang di rekeningnya sudah terkuras oleh pelaku. Total kerugian yang dialami pun mencapai Rp261 juta.
“Mungkin setelah (pelaku) ngerasa sudah cukup dapat uangnya itu, setelah selesai di-call ayah saya ngerasa sadar. Jadi langsung ngechat (pelaku) marah, untuk nuntut. Bilangnya ini totalnya sudah sampai Rp261 juta. Kalau belum kembali saya laporkan ke Sinar Jaya yang pusat gitu,” ungkapnya.
FA menyebut, setelah ayahnya menghubungi nomor tersebut dan menuntut pengembalian uang, pelaku disebut sempat berjanji akan mengembalikan dana dalam waktu dua jam, bahkan mengirimkan foto KTP sebagai jaminan. Namun FA menduga KTP itu palsu.
Setelah menyadari menjadi korban penipuan, korban pun langsung menghubungi BCA untuk memblokir rekening pribadinya serta rekening pelaku yang menggunakan BCA.
FA juga membantu melaporkan kasus tersebut ke layanan pelanggan BCA, Polres Banyuwangi, patroli siber, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menyebarkan informasi melalui media sosial X/Twitter dan Instagram.
“Untuk kejadian ini ayah saya sendiri yang pertama lapornya ke BCA buat blokir rekeningnya beliau sendiri, sama rekening ke pelakunya. Karena salah satu pelakunya itu ada yang pakai BCA. Jadi, BCA bisa langsung blokir rekening pelaku juga,” ujarnya.
FA juga menyebut pihak Sinar Jaya memiliki akun resmi dan sebelumnya sudah pernah menginformasikan adanya banyak akun palsu yang meniru identitas mereka “Ternyata enggak cuman dari Instagram ini aja, ternyata dia juga pernah posting di story kalau banyak yang tiru-tiru untuk Sinar Jaya,” kata FA.
Terkait kasus ini, Radio Suara Surabaya juga mengimbau untuk selalu waspada saat melakukan pemesanan tiket atau mencari kontak-kontak instansi yang ada di internet, dan mengutamakan untuk mengakses seluruh informasi dari laman resmi. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

