“Berguru harus kepada orang, kepada ulama, kepada ustadz yang memang mumpuni dan memang menjadi teladan. Tidak bisa berguru hanya kepada mesin,” ujar Cholil Nafis.
Sementara itu, Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI, mengakui kehidupan umat dari berbagai profesi dan kalangan kini tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi.
Menurut Anwar, perkembangan teknologi membawa manfaat besar, tetapi juga memiliki risiko yang tidak kalah serius. Karena itu, umat perlu aktif mengisi ruang digital dengan pesan-pesan moral dan dakwah.
“Kita ingin agar digitalisasi di negara ini, sebesar-besarnya akan kita isi dengan dakwah untuk membangun bangsa yang sebaik-baiknya,” ucap dia.
Untuk memperkuat dakwah digital, MUI juga menjalin kerja sama strategis dengan kalangan akademisi, salah satunya Universitas Indonesia (UI).
“Terutama AI yang menjadi kebutuhan ke depan, akan kita isi dengan dakwah yang bermartabat,” tutur Anwar Iskandar.(ant/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

