“Sejak menerima informasi adanya penurunan kualitas air di Kali Surabaya, kami langsung sigap melakukan sejumlah langkah operasional sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air. Debit dari Mlirip ditingkatkan dari 20 m³/detik menjadi 25 m³/detik untuk membantu penggelontoran. Di saat yang sama, tim kami melakukan pengambilan sampel dan pemantauan kualitas air pada lima titik,” ujar Agung dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net pada Minggu (6/9/2026).
Pemantauan kualitas air dilakukan dengan mengambil sampel di lima titik, yakni Hulu Kali Tengah, Muara Kali Tengah, intake Karangpilang, Gunungsari, dan intake Ngagel.
Pengambilan sampel tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan kualitas air di sepanjang aliran Kali Surabaya.
Selain mengatur debit, PJT I juga menutup sementara Pintu Air (PA) Wonokromo. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan aliran agar air yang terdampak tidak masuk ke Kali Mas dan diarahkan melalui Kali Wonokromo.
Agung Wicaksono mengungkapkan, berdasarkan informasi awal dari lapangan dan pelbagai informasi terkait kejadian itu, penurunan kualitas air Kali Surabaya diduga berkaitan dengan kegiatan pemadaman kebakaran di salah satu gudang penyimpanan bahan baku di kawasan industri Driyorejo pada Jumat (4/9/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

