“Robot menggunakan mikrokontroler arduino sebagai bagian dari sistem elektroniknya. Tim mengembangkan pemrograman, merakit perangkat, memasang sensor, serta menyusun sistem kendali agar robot dapat dioperasikan dari jarak tertentu,” jelasnya.
Ia menyebut, sejumlah komponen elektronik diperoleh melalui toko daring, termasuk perangkat sensor yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi pendeteksian. Meski demikian, proses perakitan dan pengembangan sistem dilakukan sendiri oleh anggota tim.
Robot tersebut, kata dia, dilengkapi sensor termal untuk membaca suhu, sensor radar untuk membantu mendeteksi indikasi keberadaan manusia, serta kamera untuk menampilkan kondisi di sekitar robot. Kemudian, data yang diperoleh dapat dipantau operator melalui sistem kendali dan dashboard robot.
Dalam pengujian prototipe, robot tersebut memiliki jangkauan operasional sekitar 30–50 meter. Jangkauan itu masih menjadi salah satu aspek yang ingin ditingkatkan agar robot dapat menjangkau area pencarian lebih luas.
Selain jarak operasional, ia menyatakan bahwa penyempurnaan akurasi sensor juga menjadi perhatian tim, karena indikasi yang terbaca perangkat perlu digunakan sebagai informasi awal bagi petugas, bukan sebagai kepastian bahwa korban berada di titik tertentu.
NOW ON AIR SSFM 100

