Jumat, 2 Oktober 2026

Netanyahu Dituding Lakukan Operasi Bendera Palsu untuk Picu Perang Baru dengan Iran

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel. Foto: Anadolu

Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel dituding merancang operasi false flag atau “bendera palsu” dengan melibatkan pesawat asal Uni Emirat Arab (UEA), sebagai upaya menyeret Amerika Serikat (AS) ke perang baru dengan Iran.

Melansir laporan Anadolu, tudingan itu dilaporkan Press TV, media milik pemerintah Iran, Kamis (1/10/2026), dengan mengutip sumber regional anonim yang disebut mengetahui persoalan tersebut.

Menurut sumber itu, insiden penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv pada, Rabu (30/9/2026), merupakan bagian dari operasi tersebut. Sumber itu mengklaim rencana dibahas dan disepakati dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA tiga hari sebelum insiden penerbangan terjadi.

Netanyahu disebut didampingi sejumlah pejabat senior militer dan intelijen. Dalam pertemuan yang diklaim melibatkan pejabat dari beberapa negara Arab itu, dibahas skenario operasi yang kemudian dapat dikaitkan dengan Iran.

Sumber Press TV menuding tujuan operasi tersebut adalah mendorong Donald Trump Presiden AS masuk ke dalam konflik baru dengan Iran. Ia juga mengaitkan dugaan rencana itu dengan situasi politik domestik Netanyahu, menjelang pemilihan parlemen Israel.

Namun, Press TV tidak mengungkap identitas sumbernya maupun bukti untuk mendukung tuduhan tersebut. Laporan pemeriksaan fakta ABC News juga menyebut klaim bahwa Israel merekayasa insiden Flydubai belum didukung fakta yang telah terverifikasi.

Tuduhan tersebut muncul setelah penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi, pada Rabu.

Flydubai dalam keterangan resminya membenarkan terjadi perselisihan di kokpit. Awak pesawat berhasil mengamankan situasi sebelum pesawat dialihkan dan mendarat dengan selamat di Tabuk. Maskapai menegaskan penyebab dan motif insiden masih harus ditentukan melalui penyelidikan resmi.

Penerbangan itu membawa 174 penumpang. Kapten dan kopilot dilaporkan mengalami luka, sementara seluruh penumpang dan awak lainnya selamat. Otoritas keselamatan transportasi Arab Saudi kemudian membuka penyelidikan atas kejadian tersebut.

Flydubai juga menangguhkan sementara penerbangan dari dan menuju Israel selama proses penyelidikan berlangsung. (ant/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 2 Oktober 2026
34o
Kurs