Sabtu, 10 Oktober 2026

Netflix Dikabarkan Bakal PHK 5 Persen Karyawannya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi - Platform streaming Netflix. Foto: Parrot Analytics

Netflix dikabarkan sedang menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran yang bisa diumumkan paling cepat pekan depan. Rencana itu disebut akan berdampak pada sekitar lima persen dari total karyawan perusahaan.

Belum diketahui pasti divisi mana yang paling terdampak dalam rencana pemangkasan karyawan itu. Juru bicara Netflix juga menolak berkomentar mengenai kabar tersebut.

Melansir laporan Variety, Sabtu (10/10/2026), hingga akhir 2025, Netflix tercatat memiliki sekitar 16 ribu karyawan penuh waktu. Dengan jumlah itu, pemangkasan lima persen tenaga kerja diperkirakan setara sekitar 800 pekerja.

Sekitar 68 persen dari total karyawan Netflix, atau kurang lebih 10.900 orang, berada di Amerika Serikat dan Kanada per Desember 2025.

Gelombang PHK besar terakhir di Netflix terjadi pada 2022. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 450 karyawan setelah kehilangan 200 ribu pelanggan pada kuartal pertama tahun tersebut. Penurunan pelanggan itu menjadi yang pertama bagi Netflix dalam lebih dari satu dekade.

Sejak saat itu, Netflix juga beberapa kali melakukan pemangkasan dalam skala lebih kecil. Salah satunya terjadi pada awal 2026, ketika perusahaan melepas beberapa puluh anggota tim produk global.

Ted Sarandos Co-CEO Netflix, dalam konferensi Bloomberg Screentime di Los Angeles bulan lalu mengatakan, perusahaan masih tumbuh. Ia menyebut Netflix mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit di semua wilayah geografis pada kuartal kedua.

Meski begitu, Sarandos mengakui pertumbuhan perusahaan belum secepat yang diharapkan. “Secara keseluruhan, kami tidak tumbuh secepat yang saya inginkan, dan kami sedang berupaya membuat pergerakan itu lebih cepat,” kata Sarandos saat itu.

Ia juga menyinggung perlambatan keterlibatan pengguna Netflix. Pada paruh pertama 2026, tingkat keterlibatan pengguna tercatat naik dua persen secara tahunan.

Menurut Sarandos, Netflix juga sedang menjalankan strategi baru yang memberi tekanan terhadap angka tersebut. Salah satunya adalah program siaran langsung.

Ia menyebut Netflix mengalokasikan sekitar lima persen anggaran konten untuk acara langsung. Namun, program tersebut baru menyumbang sekitar satu persen dari total waktu tonton.

Pada kuartal kedua, Netflix mencatatkan laba sesuai perkiraan Wall Street. Namun, proyeksi pendapatan perusahaan untuk kuartal ketiga berada di bawah ekspektasi analis, sehingga menekan harga sahamnya.

Netflix dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2026 pada Selasa, 20 Oktober, setelah penutupan perdagangan pasar saham. (bil/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 10 Oktober 2026
32o
Kurs