Sepanjang rute sekitar 2,5 kilometer tersebut, masyarakat akan disuguhi berbagai adegan yang menggambarkan perjalanan sejarah perjuangan, mulai dari perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.
Salah satu kisah yang diangkat adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk turut mempertahankan kemerdekaan.
“Kisah tersebut menjadi simbol bahwa semangat perjuangan dapat tumbuh dari siapa saja, tanpa memandang latar belakang,” ungkapnya.
Pengunjung juga dapat menyaksikan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) di simpang empat gedung eks-Siola serta atraksi pertempuran 10 November 1945 di titik akhir parade.
“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” katanya.
NOW ON AIR SSFM 100

