Sabtu, 7 Maret 2026

Pasar Rakyat Ramadan EcoFest Umsura Usung Konsep Belanja Ramah Lingkungan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Masyarakat memadati Pasar Rakyat Ramadan EcoFest di halaman Umsura, Surabaya. Foto: Risky suarasurabaya.net

Ratusan masyarakat memadati Pasar Rakyat Ramadan EcoFest yang digelar Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) pada rangkaian Milad ke-42 tahun.

Mundakir Rektor Umsura mengatakan, Pasar Rakyat Ramadan EcoFest dikemas dengan konsep ramah lingkungan yang mengusung semangat “belanja berkah dan cinta bumi”.

“Ini baru pertama kali digelar. Melihat antusiasme masyarakat yang cukup besar, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin di masa mendatang,” katanya, Jumat (6/3/2026).

Dalam Pasar Rakyar Ramadan EcoFest itu, terdapat sebanyak 54 tenant Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibagi dalam beberapa zona, yakni zona takjil dan menu berkah yang menyediakan makanan dan minuman sehat dengan upaya meminimalkan penggunaan plastik, kemudian zona UMKM hijau yang menghadirkan produk kerajinan daur ulang, produk lokal ramah lingkungan, hingga produk kecantikan.

Selain itu, terdapat juga zona inspirasi Ramadan yang menampilkan panggung mini musik religi oleh Sunbeam Band, photobooth bertema “Ramadan Cinta Bumi”, serta photobox keluarga. Pengunjung juga dapat mengunjungi zona hijau yang menjual bibit tanaman, bunga, tanaman herbal ramadan, hingga pupuk.

Rangkaian kegiatan itu juga dilengkapi Zona Berbagi bersama Lazismu untuk layanan zakat, infak, dan sedekah, serta terdapat sejumlah bank.

Pelaksanaan EcoFest tersebut, diawali dengan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan Kampus. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan kampus juga mengumumkan penghargaan bagi dosen dan tenaga kependidikan berprestasi berupa tour luar negeri hingga ibadah umroh.

“Ini adalah agenda tahunan untuk memberangkatkan dosen dan tenaga kependidikan yang berprestasi. Tahun ini ada 10 dosen dan tendik yang mendapatkan kesempatan berangkat umroh,” ucapnya.

Pasar Rakyat EcoFest, lanjut dia, merupakan upaya kampus untuk memperluas manfaat kegiatan Ramadan tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Biasanya kajian Ramadan hanya diikuti dosen dan tenaga kependidikan. Tahun ini kami melibatkan keluarga besar sivitas akademika dan masyarakat sekitar sehingga suasananya lebih meriah,” pungkasnya.(ris/wld/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
25o
Kurs