Minggu, 23 Agustus 2026

Pascakebakaran Kampung Adat Sade, Pemprov NTB Inventarisasi Artefak Budaya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Muhamad Ihwan Kepala Dinas Kebudayaan NTB memeriksa gerabah tanah liat saat meninjau kondisi pasca kebakaran di Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/8/2026). Foto: Antara

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menginventarisasi artefak dan unsur budaya yang terdampak kebakaran di Kampung Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah.

Langkah tersebut dilakukan Dinas Kebudayaan NTB sebagai bagian dari upaya awal menyelamatkan warisan budaya masyarakat adat Sade setelah kebakaran melanda kawasan tersebut.

Muhamad Ihwan Kepala Dinas Kebudayaan NTB mengatakan, proses inventarisasi tidak hanya menyasar benda atau artefak yang masih tersisa, tetapi juga mencakup pengetahuan, cerita, serta tradisi yang berkembang dan diwariskan masyarakat adat Sade.

“Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat,” ujar Ihwan setelah meninjau kondisi Kampung Adat Sade pascakebakaran di Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026).

Menurut Ihwan, pendataan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan warisan budaya, baik yang berupa benda maupun unsur budaya tak benda yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas Kampung Adat Sade.

Hasil inventarisasi selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan rencana rekonstruksi dan penataan kembali kawasan.

Pemerintah Provinsi NTB akan membahas langkah tersebut bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta para tetua adat.

Ihwan menegaskan, masyarakat adat harus dilibatkan dalam setiap tahapan pemulihan karena mereka merupakan pemilik sekaligus penjaga kebudayaan yang berkembang di Kampung Adat Sade.

“Kami mengajak masyarakat sebagai pemilik kebudayaan untuk berpikir bersama bagaimana langkah supaya Kampung Adat Sade tidak hilang mengingat kawasan ini terkenal secara internasional,” katanya dilansir dari Antara.

Kebakaran di Kampung Adat Sade juga menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap kawasan adat. Ihwan mengatakan, kejadian serupa sebelumnya terjadi di Kampung Adat Bayan beberapa bulan lalu.

Rangkaian kebakaran tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya setiap desa adat memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana,” ujar Ihwan.

Selain penyelamatan artefak yang masih tersisa, Dinas Kebudayaan NTB mendorong dokumentasi menyeluruh terhadap benda-benda budaya di Kampung Adat Sade. Salah satu perhatian utama adalah peralatan dan koleksi yang berkaitan dengan tradisi tenun.

Ihwan menilai dokumentasi perlu disertai pembuatan replika sejumlah artefak penting. Dengan cara tersebut, masyarakat tetap memiliki referensi dan peralatan pengganti apabila kembali terjadi bencana yang merusak benda-benda budaya.

“Dusun ini terkenal dengan tenun, maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini warga masih memiliki alat lain,” kata Ihwan. (ant/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
30o
Kurs