Pasukan Israel dilaporkan menyerang dan menganiaya seorang anak penyandang disabilitas asal Palestina bersama saudaranya saat melakukan operasi di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.
Sumber lokal menyebutkan, insiden itu terjadi di kamp pengungsi Shu’fat, timur laut Yerusalem Timur, Kamis (30/4/2026) lalu yang terekam dalam sebuah video.
Dalam video yang kemudian beredar di media sosial itu, terlihat tentara Israel mengejar seorang anak disabilitas di jalanan kamp tersebut. Anak tersebut tampak ketakutan dan kebingungan sebelum akhirnya dikepung dan mengalami kekerasan fisik, seperti diseret oleh para Zionis.
“Pasukan Israel terus mengejar anak tersebut meskipun kondisi medisnya sangat jelas,” ujar seorang sumber kepada Anadolu, Jumat (1/5/2026).
View this post on Instagram
Anak tersebut diidentifikasi sebagai Mahdi Abu Talib. Ia sempat ditahan oleh tentara Israel, sementara saudaranya dilaporkan turut menjadi korban pemukulan dalam kejadian itu saat mencoba melindungi Mahdi Abu Talib.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di wilayah Palestina, khususnya di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sejak pecahnya perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut data otoritas Palestina, lebih dari 1.100 warga Palestina tewas dan sekitar 12.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel dan pemukim di Tepi Barat sejak konflik tersebut dimulai.
Sementara itu, diperkirakan sekitar 750.000 warga Israel kini tinggal di permukiman di Tepi Barat, termasuk sekitar 250.000 orang di Yerusalem Timur. Permukiman tersebut dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

