Dalam pedoman tersebut, seluruh jenjang kepengurusan NU diminta menggelar “Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina” melalui majelis istighotsah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah, maupun majelis doa lainnya.
PBNU menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari riyadhah bathiniyyah sekaligus wujud solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.
Komitmen tersebut, lanjut dia, juga sejalan dengan perhatian KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU saat menerima sejumlah tokoh Palestina di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, akhir bulan September lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Miftach mendoakan keselamatan dan kedamaian Rakyat Palestina serta berharap Umat Islam dapat beribadah di Masjidil Aqsa dalam keadaan merdeka dan bermartabat.
Selain solidaritas untuk Palestina, PBNU juga menginstruksikan rangkaian Hari Santri 2026 untuk diawali dengan ziarah ke makam para ulama, aulia, maupun muharrik NU di wilayah khidmah masing-masing.

NOW ON AIR SSFM 100

