“Dengan kapal induk ini, fasilitasnya bisa difungsikan sebagai pangkalan helikopter-helikopter kita yang melakukan proses pemadaman dengan metode water bombing melalui udara,” ujarnya.
Sekadar informasi, KRI Sriwijaya adalah kapal induk dengan dek penerbangan pesawat sayap tetap (fixed wing) yang mulai digunakan Angkatan Laut Italia tahun 1985, dan berhenti beroperasi tanggal 1 Oktober 2024.
Kapal induk itu dilengkapi persenjataan serta landasan pesawat untuk operasional short take-off and vertical landing (STOVL), dan helideck.
Kapal dengan bobot mati 14 ribuan ton, panjang lambung 180 meter dan lebar 33 meter itu pernah mengalami modernisasi tahun 2003, dan restrukturisasi besar-besaran tahun 2013.
Rencananya, KRI Sriwijaya yang difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang, bakal disiagakan di perairan Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.(rid/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

