Menurutnya, korban tidak dikeluarkan oleh perusahaan, melainkan difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.
Ia mengatakan, sejumlah korban memilih pulang karena merasa tidak nyaman dan ingin segera bertemu keluarga setelah mengalami kecelakaan kapal.
“Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut, namun korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut, sehingga meminta dukungan tambahan agar dapat kembali ke rumah masing-masing,” katanya dilansir dari Antara.
Terkait tali asih, Simson menegaskan nominal Rp500.000 yang beredar bukan angka resmi yang telah ditetapkan pemilik kapal.
Ia mengatakan perusahaan masih melakukan penghitungan kebutuhan dan kemampuan sebelum menentukan besaran tali asih yang akan diberikan kepada korban.

NOW ON AIR SSFM 100

