Pemilik KM Virgo Transport 8 memastikan akan memenuhi hak seluruh korban kecelakaan kapal, termasuk memfasilitasi kepulangan korban ke daerah asal dan memberikan tali asih.
Simson Fransiscus Riki Juru Bicara pemilik KM Virgo Transport 8 mengatakan, pihak owner sejak hari pertama kejadian telah melakukan berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan para korban.
Menurutnya, tanggung jawab perusahaan tidak hanya disampaikan dalam bentuk pernyataan, tetapi telah dilakukan sejak kecelakaan terjadi.
“Bukan pernyataan saja kami, tapi aksi yang sudah kami lakukan dari awal sampai dengan saat ini. Kami tidak pernah menjanjikan apa yang akan dilakukan, tetapi sudah melakukan apa yang harus kami buat dari hari pertama kejadian,” ujar Simson di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (18/9/2026).
Simson juga meluruskan informasi mengenai korban selamat yang disebut dikeluarkan dari sejumlah penginapan di Banjarmasin.
Menurutnya, korban tidak dikeluarkan oleh perusahaan, melainkan difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.
Ia mengatakan, sejumlah korban memilih pulang karena merasa tidak nyaman dan ingin segera bertemu keluarga setelah mengalami kecelakaan kapal.
“Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut, namun korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut, sehingga meminta dukungan tambahan agar dapat kembali ke rumah masing-masing,” katanya dilansir dari Antara.
Terkait tali asih, Simson menegaskan nominal Rp500.000 yang beredar bukan angka resmi yang telah ditetapkan pemilik kapal.
Ia mengatakan perusahaan masih melakukan penghitungan kebutuhan dan kemampuan sebelum menentukan besaran tali asih yang akan diberikan kepada korban.
“Dari pihak kami juga sudah siapkan lagi tali asihnya yang angkanya segera akan kami rilis, karena kami masih berhitung semuanya,” ucap Simson.
Menurut Simson, bantuan sementara untuk korban yang digunakan dalam proses kepulangan dari Banjarmasin berasal dari Gubernur Kalimantan Selatan. Sementara pemilik kapal masih menyiapkan tali asih tambahan untuk korban.
Ia memastikan korban yang telah kembali ke daerah asal tetap didata perusahaan. Pihaknya juga meminta nomor rekening masing-masing korban untuk proses pemenuhan hak mereka.
“Yang sudah pulang kami sudah catat, sudah data, dan sudah kami mintakan nomor rekening masing-masing untuk kami selesaikan, untuk mereka punya hak,” tuturnya.
Sementara itu, keluarga korban yang masih berada di Banjarmasin tetap mendapat bantuan konsumsi dan akomodasi dari pihak pemilik kapal.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan Pelindo terkait penggunaan tempat bagi keluarga korban yang masih berada di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Simson sekaligus membantah surat yang beredar mengenai pemberian tali asih dengan nominal dan persyaratan tertentu. Surat yang disebut mencantumkan tanda tangan bermaterai Rp10.000 itu dipastikan bukan surat yang dikeluarkan pihak pemilik kapal.
“Surat itu hoaks,” tegasnya. (ant/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

