Jumat, 18 September 2026

Pemkot Gelar Lomba Kampung Pancasila Untuk Perkuat Gotong-Royong

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pemkot Surabaya saat meluncurkan lomba Kampung Pancasila, Kamis (17/9/2026) malam. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya menggelar lomba Kampung Pancasila mulai September-Desember 2026 untuk memperkuat gotong-royong.

Seremonial pembukaannya dilakukan kemarin, Kamis (17/9/2026) di Balai Kota Surabaya.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, lomba ini untuk mengembalikan gotong-royong dan kepedulian sosial di masyarakat.

“Surabaya bisa maju bukan karena wali kotanya, melainkan karena warga, Ketua RT, RW, dan LPMK yang menopangnya dengan nilai gotong royong. Jika hari ini masih ada warga miskin atau tidak mampu yang terlewat dari bantuan, itu tanda gotong royong kita yang perlu dibenahi,” ungkapnya dikutip Jumat (18/9/2026).

Lomba Kampung Pancasila 2026 mencakup empat indikator utama penilaian, yaitu penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha warga lokal, pemeliharaan toleransi, keharmonisan antarwarga, dan peningkatan jiwa kepedulian, serta pengelolaan sampah mandiri, penghijauan, hingga penataan kawasan yang bersih dan sehat.

“Indikator lainnya yang menjadi penilaian adalah keaktifan warga dan pengurus kampung dalam menyelesaikan persoalan wilayah secara bersama,” imbuhnya.

Pemkot Surabaya menerjunkan Perangkat Daerah (PD) sebagai pengampu di tiap-tiap wilayah.

PD bertugas memberi perintah, dan contoh serta pendampingan lapangan secara langsung. Jika gagal membina wilayah akan diberi sanksi tegas berupa bendera hitam.

“Mari kita bergerak bersama, pastikan zakat, infak, maupun bantuan sosial berputar dahulu untuk mengentaskan kemiskinan di kampung sendiri sebelum keluar. Dengan gotong royong, kita wujudkan Surabaya yang sejahtera dan berkeadilan,” tuturnya.

Melalui program Kampung Pancasila, ia menegaskan pendataan penerima bantuan sosial tidak lagi bergantung pada sistem desil administrasi.

“Skala prioritas bantuan kini ditentukan secara transparan melalui musyawarah kelurahan (muskel) bersama warga di tingkat RT/RW,” tutupnya.

Sementara Irvan Widyanto Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila tingkat kota sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menambahkan, dari total 1.360 RW yang mengikuti tahapan awal, kompetisi akan disaring menjadi 500 RW terbaik melalui proses verifikasi lapangan.

Selanjutnya, 500 RW tersebut akan diverifikasi untuk menentukan 200 RW terbaik.

“Setelah terverifikasi menjadi 500 RW terbaik, maka akan ada verifikasi lapangan kedua dimana untuk menyaring menjadi 200 RW yang menjadi terbaik atau juara,” jelas Irvan.

Dari 200 RW tersebut, penilaian kemudian dibagi berdasarkan kategori RW A dan RW B. RW A diperuntukkan bagi wilayah dengan jumlah lebih dari 10 RT, sedangkan RW B untuk wilayah dengan jumlah kurang dari 10 RT. Tahapan ini menjadi bagian dari proses menuju 165 besar RW.

Irvan menambahkan, seluruh pilar tetap menjadi bagian penting dalam penilaian. Namun, pilar lingkungan dan ekonomi akan memiliki bobot penilaian terbesar karena dinilai berkaitan langsung dengan perubahan perilaku serta kemandirian warga.

“Semua pilar tetap saling mempengaruhi, tapi penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi,” tandasnya. (lta/fia/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 18 September 2026
32o
Kurs