Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyamakan pakaian batik dan olahraga untuk siswa SD dan SMP negeri mulai tahun depan.
Wacana itu muncul setelah Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengumumkan aduan wali murid soal harga seragam batik di sekolah mahal.
“Ada jual seragam yang harganya lebih mahal, Rp115.000. Di luar harganya itu Rp80.000. Ada yang Rp90.000 paling mahal,” katanya dikutip Rabu (23/9/2026).
“Maka, saya berharapnya seragamnya nanti sama semua, terus ada tulisannya capnya berbeda-beda,” imbuhnya.
Menanggapi itu, Febrina Kusumawati Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan sudah sosialisasi ke semua kepala sekolah.
Dispendik sedang membahas desain termasuk mekanisme penerapan seragam batik dan olahraga yang sama untuk sekolah.
“Jadi tahun depan itu SD sendiri sama SMP sendiri atau SD SMP sama itu masih kita diskusikan,” paparnya.
Kemungkinan pengadaan produksi akan melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Jika sekolah menyediakan bahan untuk mempermudah siswa mendapat kain, harus memasang harga sama tanpa mengambil untung.
Selain soal seragam, Febri juga menekankan sekolah untuk tidak mengambil pungutan apapun di sekolah.
“Itu saya bilang ingetin kepala sekolah cek wali kelas semua. Wali kelas maksudnya
Dia membuka peluang wali murid melapor jika masih membeli seragam dengan harga mahal di sekolah.
“Saya bereskan sendiri sekolah itu,” tutupnya.(lta/fia/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

