Intensitas hujan yang tinggi sejak awal tahun, turut berdampak pada meningkatkan jalan rusak di Kota Surabaya sehingga dikeluhkan masyarakat.
Bahkan yang terbaru pada Selasa (17/2/2026) lalu, terjadi kecelakaan dengan fatalitas tinggi ketika dua orang naik motor melewati jalan berlubang, kehilangan keseimbangan dan menabrak mobil.
Merespon hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya akan menindaklanjuti setiap laporan kerusakan jalan dari masyarakat dalam waktu maksimal 1×24 jam.
Langkah ini guna menjamin keselamatan pengendara dan mencegah terulangnya kecelakaan fatal akibat lubang jalan yang sering kali tertutup genangan air saat hujan.
BACA JUGA: Kecelakaan di Tanjung Sadari Surabaya, Satu Orang Meninggal Dunia
Hal itu ditegaskan Samsul Hariadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, yang menyatakan bahwa pemeliharaan jalan menjadi prioritas utama tahun ini. Dia mengatakan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah memiliki satgas yang fokus pada kerusakan jalan tersebut.
“Jadi di satgas khusus untuk perbaikan jalan itu ada sembilan grup, juga terbagi menjadi lima rayon yang semuanya keliling setiap hari kalau ada jalan berlubang. Itu langsung dilaporkan kemudian langsung ditindaklanjuti. Untuk apa? ya untuk percepatan perbaikan jalan. Satgas ini juga menerima atensi-atensi atau pengaduan-pengaduan baik melalui Aplikasi Wargaku juga ada yang monitor di Radio Suara Surabaya,” jelas Samsul Hariadi saat mengisi program Semanggi Suroboyo, Jumat (20/2/2026).

Apalagi menurutnya, anggaran tahun ini sedikit lebih besar dibandingkan tahun lalu, yakni menyentuh angka Rp40 miliar. Sehingga, dia memastikan komitmen tersebut bisa dilakukan. Baik itu jalan yang masuk kewenangan nasiona atau provinsi, Pemkot tetap bisa membantu perbaikan.
“Memang komitmen kita seperti itu, kalau ada jalan berlubang langsung dilaporkan kemudian segera ditindaklanjuti. Soal anggaran insyaallah aman. Bahkan Pak Wali (Eri Cahyadi) sudah perintahkan, mau jalan nasional atau provinsi, kalau ada yang rusak Insyaallah kita bisa handle selama pakai anggaran belanja barang dan jasa agar tidak membahayakan warga,” ujar Samsul Hariadi.
Senada dengan hal tersebut, Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan kapasitas personel di lapangan untuk mengejar target kecepatan perbaikan.
Dari yang semula hanya lima tim, kini telah ditingkatkan menjadi sembilan tim satgas yang tersebar di lima rayon. Hidayat bahkan, menyebut bahwa menunggu hingga 24 jam sebenarnya dianggap terlalu lama jika personel sudah siap di lokasi.
“Kalau nunggu satu kali 24 jam itu sebenarnya kelamaan, kalau bisa lebih cepat tentu lebih bagus. Jadi karena awalnya memang dari lima tim kita tingkatkan jadi delapan plus satu, jadi sembilan,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tim yang bekerja pada malam hari. “Kegiatan ini kan banyak Ramadan ya. Jadi Iya biasanya kan aktivitas malam juga tambah banyak. Jadi kita fokuskan juga di situ,” kata Hidayat Syah.
Hidayat juga mengakui bahwa mata elang sesungguhnya dalam memantau kondisi jalan adalah warga Surabaya sendiri. Karena luasnya wilayah Surabaya, dia memastikan bahwa partisipasi masyarakat untuk melapor melalui aplikasi Wargaku atau telepon ke 112 sangat dibutuhkan.
“Mata alangnya sebetulnya tidak hanya dari kami, seluruh warga itu bisa melalui aplikasi Wargaku. Atau juga bisa telepon ke 112,” bebernya.
Sementara secara teknis, Dedy Purwito Kabid Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya menambahkan kalau pergerakan tim di lapangan berlangsung sangat masif. Dia merinci bahwa setiap armada dibekali peralatan lengkap untuk memastikan kualitas perbaikan jalan tetap terjaga.
“Dalam sehari, kami bisa menghabiskan 50 sampai 60 ton hot mix untuk perbaikan jalan berlubang. Kami punya 9 tim pagi dan tim malam yang terus aktif. Masing-masing tim membawa armada truk untuk mengangkut material, serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller,” ungkap Dedy Purwito.
Dedy memastikan bahwa timnya akan langsung terjun ke lokasi begitu mendapatkan data koordinat atau foto dari kanal pengaduan resmi agar perbaikan bisa segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah. (bil/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
