Rabu, 7 Oktober 2026

Pemprov Jatim Salurkan 341 Unit Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di Mojokerto. Foto: Humas Pemprov Jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mojokerto.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menjelaskan, penyaluran alsintan akan terus dilakukan ke berbagai daerah penghasil pangan di Jawa Timur.

Bantuan diharapkan mempercepat proses budidaya dan panen, sekaligus meningkatkan efisiensi serta mendorong pemanfaatan alat secara bersama-sama antarkelompok tani.

“Dalam rangka Hari Jadi Pemprov Jatim yang ke 81 kita memang akan keliling menyampaikan bantuan alsintan kepada poktan-poktan dan kita mengawalinya dari Kabupaten Mojokerto,” ujar Khofifah dalam penjelasannya, Selasa (6/10/2026).

Distribusi bantuan itu juga sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan. Sementara itu total alsintan yang akan dikirimkan mencapai 341 unit, terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.

Khusus di Kabupaten Mojokerto, bantuan yang disalurkan berupa lima unit pompa air berukuran 4 inci dan dua unit combine harvester besar.

Lima unit pompa air diberikan kepada Poktan Rukun Makmur II Desa Payungrejo, Poktan Tani Jaya Desa Gedangan, Poktan Sumber Makmur Desa Wonodadi, dan Poktan Mardi Tani Desa Karangdiyeng di Kecamatan Kutorejo, serta Poktan Sejahtera IV Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan.

Sementara itu, dua unit combine harvester besar diserahkan kepada Poktan Tani Makmur Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, dan Poktan Rukun Tani Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari.

Khofifah menyebut penggunaan combine harvester dapat memangkas waktu panen secara signifikan dibandingkan metode manual.

Ia mendorong pemanfaatan alat secara bersama-sama antarkelompok tani supaya manfaat bantuan dapat menjangkau lebih banyak petani.

“Panen dengan cara manual itu tiga hari satu hektare, kalau pakai combine harvester di tanah yang seperti ini bisa satu jam per hektar. Artinya alsintan ini InsyaAllah akan memberikan efisiensi bagi petani terutama dan ini bisa saling dipinjamkan disewakan ke poktan lainnya,” tuturnya.

Menurut Khofifah, mekanisasi juga berperan dalam menekan kehilangan hasil panen atau loses. Dengan proses panen yang lebih cepat, gabah yang tercecer maupun hasil yang hilang selama proses panen dapat ditekan.

“Loses-nya itu kalau di panen manual itu bisa sembilan sampai sebelas persen kalau pakai combine harvester losses-nya kira-kira tinggal satu sampai dua persen, jadi efisiensi dan efektivitasnya tinggi produktivitasnya tinggi,” jelasnya.

Selain combine harvester, bantuan pompa juga didistribusikan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama ketika petani menghadapi kondisi kemarau.

“Itu sumur-sumur atau pompa-pompa ini menjadi penting untuk terus kita maksimalkan,” jelasnya. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 7 Oktober 2026
28o
Kurs