Rabu, 9 September 2026

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, SAR Sisir 271 Nautical Mile

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Petugas dari SAR melakukan persiapan untuk operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (8/9/2026). Foto: Basarnas Banten

Tim SAR gabungan kembali memperluas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Memasuki hari kedua operasi, Basarnas bersama TNI/Polri mengerahkan enam kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).

Total area pencarian diperluas hingga sekitar 271 nautical mile berdasarkan analisis SAR Map dan data digital.

Riski Dwiyanto Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten mengatakan, hasil analisis menunjukkan dugaan pergerakan menuju arah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau.

“Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile,” kata Riski di Pandeglang, Rabu (9/9/2026).

Dalam operasi tersebut, KN SAR Tual K dikerahkan untuk menyisir area seluas 68,3 nautical mile. Sementara KAL Anyer milik Lanal Banten mencakup wilayah pencarian sekitar 69,5 nautical mile.

Tim juga mengerahkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area sekitar 67 nautical mile. Adapun RIB 02 Banten difokuskan melakukan penyisiran lebih ketat di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Penyisiran di kedua pulau tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban maupun bagian dari kapal terdampar di pulau-pulau kecil di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dikerahkan dengan cakupan pencarian sekitar 67,3 nautical mile.

Riski mengatakan, kondisi cuaca di wilayah pencarian sejauh ini cukup mendukung pelaksanaan operasi. Berdasarkan laporan BMKG, cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah berawan dengan angin dari selatan ke utara berkecepatan 14 knot.

Ketinggian gelombang juga relatif rendah, yakni sekitar 0,4 hingga 1 meter.

“Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut,” ujarnya dilansir dari Antara.

Di tengah pencarian, keluarga para jurnalis yang hilang mulai berdatangan ke posko operasi. Basarnas menyatakan terus berkoordinasi dengan keluarga untuk menyampaikan perkembangan pencarian.

“Keluarga sudah mulai berdatangan, dan tadi kami sudah mengkomunikasikan perihal apa saja yang telah kami laksanakan. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat,” kata Riski.

Sebelumnya, speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB ketika salah satu korban membagikan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung. Selanjutnya, komunikasi terputus pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat dugaan 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.

Berdasarkan data Kantor SAR Banten, sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian. Mereka terdiri atas M Bagus Khoirunnas pewarta foto LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas, serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
33o
Kurs