Kebijakan transit Bus Trans Jatim di Medaeng bagi Koridor I dan V menjadi alasan utama ratusan sopir angkutan kota (angkot) mengepung Kantor Dishub Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).
Mereka menilai, skema transit Bus Trans Jatim selain koridor II membuat jumlah penumpang berkurang. Sehingga, pendapatan sopir diklaim turun drastis 70 sampai 80 persen.
Siswoyo (47 tahun) Ketua DPD Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jawa Timur menjelaskan, aksi hari ini bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi para sopir yang terdampak keberadaan halte Trans Jatim di Medaeng.
“Terkhusus jalur yang terdampak dengan adanya halte Trans yang ada di Medaeng. Di mana halte tersebut digunakan sebagai transit Trans Jatim, sehingga penumpang yang biasanya didapat oleh teman-teman berkurang secara drastis,” ujarnya.
“Sangat parah bisa sampai 70-80 persen penurunan pendapatan dari teman-teman,” sambungnya.

NOW ON AIR SSFM 100

