Namun, kasus tersebut tidak hanya dialami santri Manbaul Hikam. Gus Wahid menyebut terdapat 19 lembaga pendidikan di sekitar Tanggulangin yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di berbagai unit pendidikan di bawah pesantren dinonaktifkan. Keputusan tersebut diambil karena pengurus masih harus mendampingi santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Situasional. Lebih cepat, lebih baik,” ujar Gus Wahid ketika ditanya mengenai waktu dimulainya kembali kegiatan belajar.
Gus Wahid mengatakan para wali santri dapat menerima kondisi tersebut dan memahami bahwa kejadian yang dialami para santri bukan sesuatu yang disengaja oleh pihak pesantren.
Terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak pesantren masih melakukan koordinasi dengan para pemangku kebijakan. Gus Wahid menyebut pesantren terbuka untuk melanjutkan kerja sama, tetapi mengusulkan pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh pihak pesantren.

NOW ON AIR SSFM 100

