Lebih dari separuh santri yang sebelumnya menjalani observasi setelah mengalami dugaan keracunan makanan di Yayasan Pesantren Manbaul Hikam, Putat Tanggulangin, Sidoarjo, telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren masih dinonaktifkan hingga kondisi santri dinyatakan lebih baik.
Gus Abdul Wahid Harun atau Gus Wahid pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pesantren Manbaul Hikam mengatakan, sejumlah santri masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Sebagian santri lainnya yang mengalami keluhan ringan juga dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan sebagai langkah antisipasi.
“Alhamdulillah, sudah lebih dari separuh dari yang diobservasi sudah dipulangkan,” kata Gus Wahid saat on air di Radio Suara Surabaya, Rabu (2/9/2026) sore.
Menurutnya, sekitar 1.000 santri berada di lingkungan Pesantren Manbaul Hikam. Dari jumlah tersebut, sekitar separuh atau 500 santri mengalami dugaan keracunan.
Namun, kasus tersebut tidak hanya dialami santri Manbaul Hikam. Gus Wahid menyebut terdapat 19 lembaga pendidikan di sekitar Tanggulangin yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di berbagai unit pendidikan di bawah pesantren dinonaktifkan. Keputusan tersebut diambil karena pengurus masih harus mendampingi santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Situasional. Lebih cepat, lebih baik,” ujar Gus Wahid ketika ditanya mengenai waktu dimulainya kembali kegiatan belajar.
Gus Wahid mengatakan para wali santri dapat menerima kondisi tersebut dan memahami bahwa kejadian yang dialami para santri bukan sesuatu yang disengaja oleh pihak pesantren.
Terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak pesantren masih melakukan koordinasi dengan para pemangku kebijakan. Gus Wahid menyebut pesantren terbuka untuk melanjutkan kerja sama, tetapi mengusulkan pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh pihak pesantren.
“Kalau masih dikehendaki untuk kerja sama dengan MBG, akan lebih elegan manakala dikelola oleh pihak pondok pesantren sendiri agar terjamin kualitas jenis masakan yang dimaksud,” ujarnya.
Untuk saat ini, pesantren masih menunggu perkembangan kondisi santri sebelum kembali mengaktifkan pembelajaran. Gus Wahid berharap seluruh santri yang masih menjalani perawatan segera pulih dan aktivitas pesantren dapat kembali normal. (ham/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

