Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memastikan kualitas material menjadi perhatian utama dalam program perbaikan jalan berlubang yang kini dikebut di lima kecamatan. Selain itu, seluruh pekerjaan pengaspalan ditargetkan tuntas sebelum Hari Raya Idulfitri.
Dua hal itu ditegaskan Subandi Bupati Sidoarjo saat meninjau langsung perbaikan jalan di ruas Jalan Kedungrejo–Wadungasri dan Jalan Tropodo–Wedoro, Kecamatan Waru, Jumat (6/2/2026). Perbaikan dilakukan sepenuhnya oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo.
Subandi menekankan, kualitas pengerjaan menjadi fokus utama karena perbaikan dilakukan di tengah musim hujan. Tujuannya, agar aspal itu tak cepat rusak. Oleh sebab itu, pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan material yang digunakan sesuai spesifikasi.
“Setiap hari kita kontrol, supaya kita tahu kualitas materialnya seperti apa dan pelaksanaannya bagaimana. Di musim hujan, minimal pembenahan aspal ini betul-betul bisa bertahan cukup lama,” kata Bupati dalam keterangannya yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (7/2/2026) pagi.
Sementara dari hasil pemantauan di lapangan kemarin, Subandi menyebut perbaikan jalan telah dimulai dari depan Kantor Kecamatan Waru hingga mengarah ke kawasan Brebek. Ia menegaskan, seluruh titik jalan rusak akan ditangani secara bertahap, dengan target rampung sebelum Lebaran.
“Kita targetkan semua jalan rusak tuntas diperbaiki sebelum Hari Raya. Ini penting karena mobilitas masyarakat pasti meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, metode perbaikan jalan yang digunakan saat ini seluruhnya memakai aspal hotmix. Menurutnya, penggunaan material yang tepat menjadi kunci agar jalan tidak cepat rusak kembali.
“Aspalnya pakai hotmix semuanya. Tapi kita juga melihat penyebab kerusakan jalan bukan hanya aspal, tapi air hujan, padatnya kendaraan, dan belum adanya saluran drainase di beberapa titik,” jelas Subandi.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo juga merencanakan pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan sebagai solusi jangka panjang. Subandi menyebut upaya tersebut akan mulai dioptimalkan pada tahun 2027.
“Nanti tahun 2027 kita upayakan semua ruas jalan ada drainase, supaya tidak sebentar-sebentar rusak dan berlubang lagi,” katanya.
Selain di Kecamatan Waru, program perbaikan jalan dilakukan serentak di lima kecamatan dengan total 16 ruas jalan pada gelombang pertama di minggu pertama Februari. Lima kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Sedati, Gedangan, dan Waru.
“Ada lima kecamatan dengan 16 ruas jalan yang diperbaiki. Hari ini dan minggu ini mulai serempak dikerjakan. Sabtu dan Minggu tetap kerja,” tegas Subandi.
Sementara itu, Muhammad Makhmud Kepala Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo menjelaskan bahwa program perbaikan jalan akan berlanjut secara bertahap pada minggu-minggu berikutnya.
“Minggu kedua ada 15 ruas jalan yang diperbaiki, dan minggu ketiga ada 12 ruas jalan. Kami harapkan pengerjaan simultan ini juga diikuti program kecamatan melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK),” ujarnya.
Menurut Makhmud, pembagian kewenangan antara PUBMSDA dan kecamatan sudah diatur agar perbaikan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih. “Mudah-mudahan minggu depan kecamatan sudah bergerak untuk perbaikan jalan-jalan sesuai kewenangannya,” kata dia.
Ia menegaskan, seluruh perbaikan jalan berlubang di Kabupaten Sidoarjo ditargetkan selesai sebelum Hari Raya. “Insyaallah sebelum Hari Raya, pembenahan jalan-jalan berlubang di seluruh Kabupaten Sidoarjo sudah selesai,” pungkasnya. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
