Keberagaman busana tersebut menggambarkan latar belakang budaya mahasiswa yang tinggal di AMN Surabaya, termasuk mereka yang berasal dari 38 provinsi.

Dhian menjelaskan, penggunaan pakaian adat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa perbedaan suku dan budaya dapat menyatu dalam semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Hari ini kita menyelenggarakan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di tahun 2026 ini dengan tema patriotik, gigih, dan juga empati. Hal ini menjadi sebuah peringatan Sumpah Pemuda yang berbeda dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Kemudian, dia juga menekankan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Menurut dia, semangat persatuan perlu disertai kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan.
NOW ON AIR SSFM 100

