Pertamina juga menyiapkan penambahan 60 SPBU di Kota Denpasar yang beroperasi selama 24 jam. Sebelumnya, terdapat 24 SPBU dengan jam operasional tersebut. Penambahan layanan diharapkan memberi lebih banyak pilihan waktu pengisian bagi masyarakat sekaligus membantu mengelola antrean.
Untuk mendukung kelancaran operasional, perusahaan menambah operator SPBU cadangan dan berkoordinasi dengan Kodam IX/Udayana terkait kebutuhan operasional. Koordinasi juga dilakukan untuk menyiapkan pengemudi mobil tangki cadangan, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan waktu istirahat pengemudi tanpa mengabaikan keselamatan kerja.
Pada sektor distribusi, Pertamina mengupayakan penambahan armada mobil tangki, termasuk dengan mengalihkan sebagian armada dari Banyuwangi ke Bali. Perusahaan juga mengupayakan optimalisasi layanan motoris BBM bagi pengguna kendaraan roda dua sesuai ketentuan operasional dan keselamatan untuk membantu mengurai antrean.
“Pemulihan layanan tidak hanya bergantung pada penambahan pasokan, tetapi juga pada kesiapan seluruh unsur operasional, mulai dari terminal, armada pengangkut, hingga pelayanan di SPBU. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan agar langkah yang diambil dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat,” tambah Ahad.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan akan terus memantau pasokan dan penyaluran BBM serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan layanan di Bali.
Masyarakat diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan mengikuti informasi melalui kanal resmi Pertamina. Untuk informasi maupun pengaduan terkait layanan energi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (ham)
NOW ON AIR SSFM 100

