Rabu, 2 September 2026

Polda Metro Kantongi Dua Sketsa Pelaku Pengeroyokan di Pejompongan

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Kombes Pol Iman Imanuddin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memperlihatkan dua sketsa wajah laki-laki yang diduga berkaitan dengan perkara pengeroyokan atau penganiayaan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dalam peristiwa kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada (27/8) saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Antara.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengantongi dua sketsa wajah laki-laki yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan atau penganiayaan hingga menyebabkan seorang meninggal dunia dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026).

Kombes Pol Iman Imanuddin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengatakan sketsa tersebut dibuat berdasarkan pencocokan keterangan saksi dan analisis digital terhadap sejumlah rekaman terkait peristiwa.

“Didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut,” kata Iman saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026), seperti dilaporkan Antara.

Sketsa pertama menunjukkan laki-laki berusia sekitar 30-40 tahun dengan wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata hitam, dan kulit coklat.

Sementara sketsa kedua menggambarkan laki-laki berusia sekitar 30-40 tahun dengan wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta berkumis dan berjanggut. Warna bola mata dan kulitnya masing-masing hitam dan coklat.

Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan 47 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan kerusuhan, termasuk perusakan fasilitas umum dan penganiayaan yang terjadi saat aksi penyampaian pendapat di sejumlah lokasi Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Dalam penyidikan perkara tersebut, polisi telah memeriksa 14 saksi. Penyidik juga memeriksa dan melakukan uji laboratorium terhadap rekaman CCTV dari sejumlah titik serta video atau konten media sosial yang berkaitan dengan peristiwa.

Salah satu korban dalam kericuhan tersebut adalah pedagang cermin Bambang Setiyawan (59), yang meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di kawasan Pejompongan saat kericuhan berlangsung.

Istri Bambang, Sudarsi (56), mengatakan suaminya berada di RS Polri setelah kejadian. Pada Kamis (27/8/2026) sore, Sudarsi masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

Biasanya, pasangan tersebut menutup tempat usaha sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, Sudarsi meminta Bambang menutup usaha lebih awal setelah melihat massa mulai berdatangan.

“Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, ‘Itu massa sudah banyak, tutup’,” kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat (28/8/2026). (ant/ham/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 2 September 2026
27o
Kurs