Sampai hari ini, Rabu (7/10/2026), pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait ledakan gas elpiji yang terjadi di Kawasan Pakuwon City, Selasa (6/10/2026) kemarin.
AKBP David Manurung Kasatreskrim Polrestabes Surabaya menerangkan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait temuan setelah proses oleh tempat kejadian (TKP).
“Untuk dugaan ledakan, saat ini masih sedang dalam tahap penyelidikan,” katanya, dikonfirmasi suarasurabaya.net. Rabu (7/10/2026).
Selain itu, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga masih menunggu hasil dari Bidlabfor Polda Jatim, terkait peristiwa ledakan elpiji tersebut.
“Untuk labfor, kami masih menunggu hasilnya dan akan kami update kembali perkembangannya,” tambahnya singkat.
Sementara itu, terkait apakah akan dilakukan pemanggilan terhadap pemilik rumah makan, yang menjadi titik awal ledakan elpiji, pihak kepolisian belum memberikan jawaban.
Diberitakan sebelumnya, ledakan gas elpiji di kawasan ruko Pakuwon City terjadi pada Selasa (6/10/2026) sekira pukul 07.11 WIB.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, ada 42 ruko, 16 rumah, dan 8 kendaraan yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Selain bangunan, ledakan juga menyebabkan lima korban luka bakar yang merupakan karyawan ruko tempat makan tersebut Berbana Eky (27 tahun), Windy (30 tahun), Kholifa (27 tahun), Syofan (19 tahun), Liutami (23 tahun).(kir/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

